KH Ma'ruf Amin: Figur Ketum PBNU Harus Mampu Lakukan Perbaikan dan Mendamaikan
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin menilai, figur Ketua Umum PBNU ke depan harus mampu melakukan perbaikan dan mendamaikan kemuatan. Hal itu diungkapkan Ma'ruf saat disinggung figur yang tepat memimpin PBNU ke depan.
"Saya yang penting dia punya kemampuan melakukan perbaikan, mendamaikan kekuatan, melakukan perbaikan, mengembalikan pada, pada jalurnya," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Bila tak ada nilai-nilai tersebut, Kiai Ma'ruf pesimistis, PBNU tak akan melangkah ke arah yang baik. "Kalau tidak punya kemampuan, tidak akan membawa perbaikan pada NU," katanya.
Baca juga: Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Saat disinggung perihal figur, Kiai Ma'ruf enggan mengungkapkan dukungannya. Menurutnya, tak perlu melihat figur calon pemimpin PBNU, melainkan kapasitas. "Nama itu kita tidak bisa, kita lihat, kemampuannya," ujar Ma'ruf.Sekadar informasi, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Acara puncak organisasi Islam terbesar di Indonesia ini akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Lihat video: Satu Abad NU, PBNU Gelar Puncak Harlah di Istora Senayan










