Houthi Paksa 29 Kapal Tanker Arab Saudi Berbalik Arah, Terus Blokade Laut Merah

Houthi Paksa 29 Kapal Tanker Arab Saudi Berbalik Arah, Terus Blokade Laut Merah

Global | sindonews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:24
share

Angkatan Bersenjata Yaman, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah (Houthi), pada hari Rabu (5/8/2026) mengumumkan mereka melancarkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi, WAFA, di Laut Merah bagian utara. Mereka menyebutnya sebagai operasi terbaru dalam kampanye maritim mereka yang menargetkan pelayaran Saudi.

Juru bicara militer Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan kapal tersebut menjadi sasaran di lepas pantai Yanbu dan rudal-rudal tersebut menghantam tanker itu dengan presisi.

Menurut Saree, operasi ini menjadikan jumlah kapal tanker minyak Saudi yang menjadi sasaran sejak blokade maritim diberlakukan pada 22 Juli lalu mencapai delapan kapal.

Perluasan Blokade Maritim

Saree menambahkan total kapal minyak Saudi yang dicegah menyelesaikan pelayarannya dan terpaksa berbalik arah di Laut Merah serta Laut Arab telah mencapai 29 kapal.

Ia mengatakan pasukan Yaman telah berhasil memperketat blokade di Selat Bab al-Mandab, yang mendorong kapal-kapal tanker minyak Saudi mencari rute alternatif melalui Laut Merah bagian utara.Juru bicara tersebut menegaskan pasukan Yaman akan terus memperluas operasi terhadap pelayaran minyak Saudi di Laut Merah bagian utara sebagai upaya untuk memblokir semua jalur maritim yang digunakan kapal-kapal Saudi.

Ia mengatakan kampanye ini merupakan bagian dari strategi "blokade dibalas blokade" yang diterapkan Sanaa dan akan terus berlanjut "apa pun konsekuensinya."

Sanaa Tegaskan Kembali Pembatasan Maritim

Ansarallah mengumumkan pada bulan Juli bahwa kapal-kapal Saudi yang berlayar menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan Saudi akan dikenai larangan maritim sebagai tanggapan timbal balik atas blokade yang diberlakukan terhadap Yaman oleh koalisi pimpinan Saudi selama hampir 12 tahun.

Para pejabat Yaman menyatakan operasi maritim tersebut bertujuan menekan Riyadh agar mengakhiri blokade dan memulihkan hak-hak Yaman.

Awal bulan ini, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan delapan kapal tanker minyak Saudi terpaksa mengubah rute pelayaran mereka melewati Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) setelah pengetatan pembatasan maritim.

Saat itu, Saree mengatakan pasukan Yaman akan terus menegakkan blokade, seraya menegaskan, "Jangkauan angkatan bersenjata akan mencapai kapal-kapal tersebut di mana pun kami mampu melakukannya."

Baca juga: Zionis Melakukan Segala Cara Bendung Kemenangan Abdul El-Sayed Jadi Kandidat Senator Muslim AS

Topik Menarik