CIA Diam-diam Bentuk Satuan Tugas Kuba yang Libatkan Peretas dan Pakar Operasi Pengaruh
Badan Intelijen Pusat AS (CIA) secara diam-diam membentuk satuan tugas (satgas) Kuba untuk menekan pemerintah Kuba agar melakukan perubahan ekonomi, politik, dan kepemimpinan sebagaimana dituntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kabar itu dilaporkan surat kabar The New York Times dengan mengutip sejumlah sumber.
Pembentukan satgas ini akan memungkinkan CIA untuk dengan cepat mengalihkan lebih banyak sumber daya keuangan, teknis, dan manusia ke Kuba, menurut laporan yang terbit pada hari Rabu tersebut.
Satgas ini akan mencakup petugas yang memiliki spesialisasi dalam perekrutan dan pengelolaan agen intelijen, analis intelijen, petugas yang menjalankan operasi siber, serta spesialis dalam operasi pengaruh terselubung, tambah laporan itu.
Pada hari Selasa, media Barat melaporkan—dengan mengutip dua sumber—bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan lebih banyak pasukan dan aset intelijen ke Kuba dalam beberapa bulan terakhir.
Washington mungkin akan mengalihkan fokusnya ke pulau tersebut bahkan sebelum konflik dengan Iran terselesaikan. Kuba dilaporkan tetap menjadi isu prioritas utama bagi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.Dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah meningkatkan tekanan sanksi terhadap pulau tersebut.
Pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan pengenaan tarif atas impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba serta menyatakan keadaan darurat akibat dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.
Langkah ini memperparah kelangkaan bahan bakar di pulau tersebut, yang berdampak pada pembangkitan listrik, transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan.
Baca juga: Abdul El-Sayed Menang Pemilihan Pendahuluan Senat Michigan, AIPAC Kalah Telak







