AIPAC akan Kucurkan Lebih Banyak Uang untuk Kandidat Senat Republik dan Kalahkan El-Sayed

AIPAC akan Kucurkan Lebih Banyak Uang untuk Kandidat Senat Republik dan Kalahkan El-Sayed

Global | sindonews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:06
share

American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) mempertimbangkan menggelontorkan dana puluhan juta dolar guna mendukung kandidat Senat dari Partai Republik, Mike Rogers, di Michigan. Langkah ini diambil setelah upaya mereka yang memecahkan rekor biaya—namun gagal—untuk mengalahkan kandidat pro-Palestina, Dr. Abdul El-Sayed, dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat.

Upaya kedua AIPAC untuk mengalahkan El-Sayed dipandang sebagai tanda keputusasaan yang kian membesar di kalangan lobi pro-Israel, seiring dengan semakin meluasnya penentangan terhadap Israel di kalangan pemilih Amerika.

Super-PAC utama AIPAC, United Democracy Project (UDP), telah menghabiskan sekitar USD32 juta untuk mempromosikan anggota Kongres pro-Israel, Haley Stevens, sekaligus menyerang El-Sayed.

Meskipun telah mengeluarkan dana dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, El-Sayed berhasil memenangkan nominasi Partai Demokrat dan akan berhadapan dengan Rogers pada bulan November.

Menurut New York Times, sejumlah donatur dan sekutu AIPAC mendesak kelompok lobi tersebut untuk mengucurkan puluhan juta dolar guna mendukung Rogers. Juru bicara UDP menegaskan belum ada keputusan final yang diambil. Namun, kelompok tersebut dilaporkan memiliki dana lebih dari USD80 juta pada akhir Juni, yang memberikan mereka sumber daya untuk meluncurkan kampanye besar lainnya.

Kendati demikian, AIPAC menegaskan kampanye mereka untuk melawan El-Sayed akan terus berlanjut.

"Anggota kami tetap bertekad memastikan para pemilih menolak Dr. El-Sayed dan agenda radikal anti-Israel yang diusungnya pada bulan November mendatang," ujar organisasi pro-Israel tersebut.

Kegagalan AIPAC di Michigan merupakan kekalahan elektoral termahal yang pernah mereka alami sejak mulai terlibat langsung dalam pendanaan pemilihan umum tingkat federal.

El-Sayed secara terbuka berkampanye menentang bantuan militer AS untuk Israel dan berulang kali menantang pengaruh lobi pro-Israel dalam politik Amerika.Para analis menilai intervensi AIPAC justru mungkin berdampak kontraproduktif. El-Sayed memanfaatkan derasnya aliran dana dari luar tersebut sebagai salah satu argumen kampanye terkuatnya; ia membingkai pemilihan pendahuluan itu sebagai pertarungan antara pemilih Michigan dan para donatur kaya yang berupaya memaksakan prioritas Israel terhadap negara bagian tersebut.

Jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilihan pendahuluan menunjukkan besarnya masalah reputasi yang dihadapi AIPAC. Sekitar 49 calon pemilih dalam pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan memiliki pandangan negatif terhadap organisasi tersebut, sementara hanya 12 yang memandangnya secara positif.

Satu survei terpisah menemukan 64 responden cenderung tidak akan mendukung kandidat yang menerima sumbangan dari AIPAC.

Menyusul kekalahan memalukan bagi AIPAC tersebut, El-Sayed menantang kelompok lobi Israel itu untuk mengulangi strategi mereka yang gagal, dengan mengatakan, "Bakar saja uang kalian, lalu kembali dan bakarlah lagi di pemilihan umum nanti."

Hasil pemungutan suara di Michigan ini mencerminkan kemerosotan posisi politik Israel secara lebih luas, khususnya di kalangan generasi muda Amerika. Survei Pew Research Center yang diterbitkan pada bulan April menemukan 60 warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap Israel; angka ini bahkan mencapai delapan dari sepuluh orang di kalangan pendukung Partai Demokrat.

Mayoritas pemilih berusia di bawah 50 tahun dari kedua partai politik kini memandang Israel secara negatif.

Gallup juga mencatat adanya perubahan pandangan antargenerasi yang sama drastisnya. Di kalangan warga Amerika berusia 18 hingga 34 tahun, 53 kini lebih bersimpati kepada rakyat Palestina, dibandingkan dengan hanya 23 yang lebih bersimpati kepada pihak Israel—angka terendah yang pernah dicatat Gallup untuk Israel di kelompok usia tersebut.

Angka-angka ini menunjukkan Israel bukan lagi sekadar isu kebijakan luar negeri yang memecah belah. Citra Israel telah menjadi beban politik yang merugikan di mata sebagian besar pemilih, terutama di kalangan pendukung Partai Demokrat dan pemilih muda yang menyaksikan Washington terus memasok senjata dan melindungi Israel, terlepas dari pembunuhan massal dan kehancuran yang dialami rakyat Palestina di Gaza.

Baca juga: Abdul El-Sayed Menang Pemilihan Pendahuluan Senat Michigan, AIPAC Kalah Telak

Topik Menarik