Terima Suap Rp146 Miliar, Eks Pejabat Pertahanan Dipenjara 10 Tahun

Terima Suap Rp146 Miliar, Eks Pejabat Pertahanan Dipenjara 10 Tahun

Global | sindonews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:32
share

Sebuah pengadilan di China menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada mantan pejabat senior badan pengawas industri pertahanan negara tersebut atas kasus suap. Hukuman ini sebagai bagian dari kampanye antikorupsi yang lebih luas di sektor pertahanan dan militer Beijing.

Mengutip laporan dari China Daily, Kamis (6/8/2026), Zhang Jianhua, mantan wakil kepala Administrasi Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Rakyat Menengah Dazhou di Provinsi Sichuan pada hari Rabu.

Baca Juga: China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun

Selain hukuman 10 tahun penjara, Zhang juga dikenai denda sebesar 3,8 juta yuan (Rp10 miliar).

Pengadilan menemukan bahwa antara tahun 2008 hingga 2025, Zhang secara ilegal menerima lebih dari 55 juta yuan (sekitar Rp146 miliar) selama masa jabatannya maupun setelah pensiun.

Pengadilan juga menemukan bahwa antara tahun 2021 hingga 2025, setelah pensiun, Zhang memanfaatkan pengaruh dari jabatan lamanya untuk membantu pihak lain memperoleh keuntungan tidak sah dalam operasi bisnis dan kontrak proyek, serta menerima suap senilai lebih dari 11,7 juta yuan.Menurut pengadilan, tindakan Zhang merupakan tindak pidana penerimaan suap dan penggunaan pengaruh untuk menerima suap, dengan jumlah nilai yang sangat besar.

Pengadilan menyatakan bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada Zhang lebih ringan setelah mempertimbangkan beberapa faktor yang meringankan. Beberapa suap yang dia minta tidak berhasil diperolehnya.

Dia juga menyerahkan diri secara sukarela, mengakui pelanggaran suap tambahan yang belum terungkap oleh penyidik, serta secara aktif mengembalikan keuntungan ilegal yang diperolehnya.

Catatan publik menunjukkan bahwa Zhang (65), berasal dari Provinsi Jiangsu. Dia memulai kariernya pada tahun 1983 dan bergabung dengan Partai Komunis China pada Mei 1986.

Sebelum menjalani penyelidikan pada Mei 2025, dia telah bekerja dalam sistem pertahanan nasional Tiongkok selama beberapa dekade. Dia dikeluarkan dari Partai Komunis China pada bulan Oktober tahun lalu, didakwa atas tuduhan terkait penyuapan pada bulan Februari, dan mulai menjalani persidangan pada 16 April.

Vonis terhadap Zhang ini terjadi di tengah kampanye antikorupsi yang telah berlangsung bertahun-tahun di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, yang telah menyebabkan banyak jenderal tinggi dan pejabat senior diperiksa serta dicopot dari jabatannya.

Secara keseluruhan, sekitar 52 posisi senior di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah mengalami pemeriksaan atau pembersihan pejabat dalam beberapa tahun terakhir, yang mencerminkan perombakan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di bawah kepemimpinan Xi.

Pada bulan Juni, China mencopot enam perwira Tentara Pembebasan Rakyat, mantan kepala regulator keuangan Li Yunze, dan anggota Politbiro Ma Xingrui dari jabatan mereka di badan legislatif nasional.

Pada bulan Februari, sembilan pejabat senior militer dicopot dari Kongres Rakyat Nasional.

Topik Menarik