Tren Hidup Modern Dorong Pertumbuhan Layanan Weight Management

Tren Hidup Modern Dorong Pertumbuhan Layanan Weight Management

Ekonomi | sindonews | Rabu, 13 Mei 2026 - 21:05
share

Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang serba cepat mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap layanan manajemen berat badan berbasis kesehatan. Melihat kondisi tersebut, Halodoc menghadirkan layanan Halofit sebagai klinik digital yang menawarkan pendekatan medis personal untuk membantu masyarakat mengelola berat badan secara aman dan berkelanjutan.

“Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja,” kata Vicky Shu mengenai pengalamannya mengikuti program weight management Halofit by Halodoc, dikutip pada Kamis (13/5/2026).

Baca Juga:Halodoc Perkuat Penetrasi Pasar Dermatologi Digital lewat Haloskin

Vicky mengaku sempat menghadapi tekanan sosial berupa body shaming dan mom shaming setelah melahirkan anak keduanya. Transformasi fisiknya bahkan memunculkan spekulasi publik bahwa dirinya menjalani operasi potong lambung, padahal ia mengikuti program pengelolaan berat badan selama delapan minggu dengan pengawasan medis dan perubahan pola hidup sehat.

Menurut Vicky, program tersebut mencakup konsultasi dokter, pengaturan pola makan sesuai kebutuhan tubuh, serta terapi GLP-1 yang membantu mengontrol nafsu makan. Ia juga menerapkan aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki dan memperbaiki pola konsumsi harian.

Fenomena yang dialami Vicky disebut mencerminkan kondisi yang lebih luas di masyarakat. Kelebihan berat badan dan obesitas masih kerap dipandang sekadar akibat kurang disiplin menjalani gaya hidup sehat, padahal kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor hormonal, genetik, dan metabolik yang kompleks.

Halodoc menyebut layanan Halofit hadir untuk menjawab meningkatnya persoalan obesitas di Indonesia. Berdasarkan data program Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan hingga akhir 2025, satu dari tiga masyarakat Indonesia mengalami obesitas sentral yang berisiko memicu penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Selain itu, studi Awareness, Care and Treatment in Obesity Management (ACTION) APAC 2022 menemukan hanya 43 persen individu dengan obesitas di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang pernah mendiskusikan masalah berat badan dengan tenaga kesehatan dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya pendampingan medis dalam penanganan obesitas.

Baca Juga:Halodoc Hadirkan Inovasi AI Jawab Kebutuhan Kesehatan Selama RamadanVP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim, mengatakan penanganan obesitas tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga membangun kesadaran serta pola hidup sehat jangka panjang.

“Melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi, pendampingan dokter dan ahli gizi, teknologi, serta terapi medis program weight management berbasis bukti ilmiah,” ujar Ignasius.

Melalui aplikasi Halodoc, pengguna dapat mengakses program transformasi 30 hari yang mencakup konsultasi dokter, meal plan personal dari ahli gizi, obat pendamping, hingga pendampingan intensif. Jika dinilai sesuai indikasi medis, pengguna juga dapat memperoleh terapi GLP-1 yang bekerja meniru hormon alami usus untuk membantu mengatur rasa kenyang dan kadar gula darah.

Halodoc menyebut seluruh program diawasi oleh tim Board of Wellness yang terdiri atas dokter spesialis endokrin dan gizi klinis. Berdasarkan uji klinis, terapi GLP-1 disebut mampu membantu penurunan berat badan lebih signifikan dibandingkan metode tanpa terapi, namun penggunaannya tetap harus melalui asesmen medis dan bukan ditujukan sebagai solusi instan.

Topik Menarik