Ratusan UMKM Jakarta Siap Tingkatkan Kemampuan Daya Saing
Menciptakan UMKM berkualitas, sebanyak 352 pelaku industri menengah mengikuti rangkaian kegiatan Jagoan Wirausaha Jakarta (JAWARA). Program yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta resmi dibuka pada Selasa (12/5/2026). Mereka nantinya mendapatkan Export Coaching Program (ECP) selama kegiatan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli mengungkapkan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM agar semakin berdaya saing, adaptif, dan mampu memperluas akses pasar hingga tingkat global.
“Program tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan antara lain PPEJP Kementerian Perdagangan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta, OJK Jabodebek, serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI),” ujar Lily.
Baca juga: Kolaborasi dan Komitmen untuk Kembangkan UMKM Jakarta Pusat
Pengembangan UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program strategis pemerintah memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan preferensi pasar, UMKM dituntut terus meningkatkan kualitas SDM dalam peningkatan mutu produk, memperkuat branding, memanfaatkan digitalisasi, serta memenuhi standar pasar internasional,” katanya.
Program JAWARA hadir sebagai program pengembangan UMKM end-to-end yang mencakup onboarding digital, penguatan praktik bisnis berkelanjutan, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, hingga perluasan akses pasar ekspor.
Antusiasme pelaku usaha terhadap program ini tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai 879 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 352 UMKM dinyatakan eligible mengikuti JAWARA Go-Onboard, kemudian masing-masing 40 UMKM terpilih untuk mengikuti pendampingan intensif pada program JAWARA Go-Sustain, Go-Tourism, dan Go-Export.
ECP 2026 diikuti 122 pendaftar dan telah terseleksi 30 UMKM untuk mengikuti program pendampingan ekspor secara intensif hingga September 2026. “Selain JAWARA dan ECP, Bank Indonesia DKI Jakarta juga terus memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui berbagai program strategis lainnya seperti Citra Nusa untuk pengembangan UMKM wastra dan kriya, serta Cangkir Barista untuk mendorong transformasi barista menjadi coffeepreneur,” ujarnya.
Berbagai business matching pembiayaan dan ekspor juga akan diselenggarakan guna mempertemukan UMKM dengan buyer domestik maupun internasional. Seluruh rangkaian program tersebut akan diperkuat melalui penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan Jakarta.
Melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, Bank Indonesia DKI Jakarta berharap UMKM Jakarta dapat semakin siap bersaing di pasar domestik maupun global.










