Kremlin: Seluruh Timur Tengah Terbakar!
Kremlin mengatakan bahwa seluruh wilayah Timur Tengah terbakar karena perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Perang tersebut, yang dimulai sejak 28 Februari, telah meningkat baik secara geografis maupun dampak ekonomi.
Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan media sosial yang penuh kata-kata kasar pada Minggu Paskah, mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Selasa waktu AS atau Rabu WIB jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Baca Juga: Trump: Seluruh Negara Iran Dapat Dihancurkan dalam Satu Malam!
Ketika ditanya oleh Reuters tentang pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah melihatnya."Tetapi kami lebih memilih untuk tidak berkomentar tentang hal itu," kata Peskov.
"Kami mencatat bahwa tingkat ketegangan di wilayah tersebut meningkat dan terus meningkat," lanjut Peskov, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026).“Faktanya, seluruh wilayah sedang terbakar. Ini semua adalah konsekuensi yang sangat berbahaya dan negatif dari agresi yang dilancarkan terhadap Iran," paparnya.”“Geografi konflik ini telah meluas, dan sekarang kita semua menyadari konsekuensi yang kita hadapi, termasuk konsekuensi yang sangat, sangat negatif bagi ekonomi global," imbuh dia.
Sebelumnya, pada hari Minggu, Presiden Trump meningkatkan ketegangan dengan mengeluarkan tuntutan yang penuh umpatan kepada Teheran untuk membuka blokade Selat Hormuz, yang secara efektif tetap tertutup sejak perang pecah 28 Februari.
“Buka selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di neraka,” tulisnya di Truth Social, mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika hal itu tidak terjadi pada hari Selasa waktu AS.
Teheran menegaskan bahwa jalur air utama itu hanya ditutup untuk pengiriman minyak oleh AS dan sekutunya.
Selama sebulan terakhir, Iran telah menanggapi serangan Washington dan Tel Aviv dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk, yang bersekutu dengan AS, menggunakan rudal dan drone. Militer Israel atau IDF juga telah meluncurkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon, sementara milisi Irak telah menyerang pangkalan Amerika di negara mereka dan Houthi di Yaman telah menargetkan Israel dengan UAV yang bermuatan bahan peledak.
Perang ini juga telah memicu guncangan energi global, menyebabkan harga minyak dan gas melonjak dan mendorong biaya bahan bakar lebih tinggi bagi konsumen di seluruh dunia.
"Rusia telah memperingatkan sejak awal bahwa konsekuensi seperti itu tidak dapat dihindari," imbuh Peskov.
Sementara itu, media Amerika; Axios, melaporkan bahwa AS, Iran, dan mediator regional telah membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata 45 hari dalam konflik tersebut. Namun, Teheran membantah telah mengadakan pembicaraan apa pun dengan Washington.
Rusia telah berulang kali menyerukan penghentian permusuhan di Timur Tengah dan menawarkan bantuan untuk menemukan solusi diplomatik atas krisis tersebut.










