Trump soal Perang Iran: Ambil Minyaknya, Hasilkan Uang

Trump soal Perang Iran: Ambil Minyaknya, Hasilkan Uang

Global | sindonews | Selasa, 7 April 2026 - 10:34
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin menyatakan bahwa jika dia memiliki pilihan, dia akan masuk ke Iran dan mengambil alih minyaknya.

Berbicara kepada wartawan di acara White House Easter Egg Roll, orang nomor satu Amerika itu menjawab pertanyaan tentang dukungan gerakan MAGA [Make America Great Again] untuk perang tersebut, di mana dia menyatakan bahwa Partai Republik mendukung langkahnya untuk berperang melawan Iran, hanya saja partainya itu juga ingin melihat pasukan Amerika pulang.

Baca Juga: Trump: Seluruh Negara Iran Dapat Dihancurkan dalam Satu Malam!

"Tetapi ingat bahwa perang berlangsung bertahun-tahun, kita berada di sana selama 34 hari, dan kita telah menghancurkan negara yang sangat kuat. Jika itu terserah saya, saya ingin mengambil minyaknya," ujarnya.

"Tapi saya rasa orang-orang Amerika Serikat tidak akan mengerti," katanya lagi.

Dia menambahkan bahwa ia ingin mengambil minyak Iran, menyimpannya, dan menghasilkan banyak uang.Berbicara kepada wartawan di Oval Office setelah pidatonya tentang operasi pencarian dan penyelamatan dua pilot jet tempur F-15E Strike Eagle AS di Iran, presiden AS itu menyatakan bahwa ideologinya di balik pengambilan minyak Iran dan menghasilkan uang berasal dari fakta bahwa dia adalah seorang businessman (pengusaha).

"Ya, saya seorang businessman terlebih dahulu," kata Trump, lebih lanjut merujuk pada operasi militer AS di Venezuela, yang menyebabkan penangkapan presiden petahana Nicolas Maduro dan istrinya; Cilia Flores, dan kemudian pembelian jutaan barel minyak dari negara tersebut.

"Kami telah bermitra [dengan Venezuela], dan kami telah mengambil ratusan juta barel yang telah digunakan dan dimurnikan," kata Trump.

Dalam pernyataan lain kepada wartawan, Trump menambahkan bahwa Iran akan membutuhkan waktu 15 tahun lagi untuk membangun kembali apa yang dimilikinya.

"Kita bisa pergi sekarang, dan mereka akan membutuhkan waktu 15 tahun untuk membangun kembali apa yang mereka miliki... Tapi saya ingin menyelesaikannya. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," papar Trump.

"Mereka orang gila—dan Anda tidak bisa memberikan senjata nuklir kepada orang gila," imbuh dia, seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (7/4/2026).

Dalam peringatan lain kepada Iran, Trump telah meminta Teheran untuk membuka Selat Hormuz, atau AS akan memastikan kepada negara itu bahwa, "neraka akan turun menimpa mereka."

Topik Menarik