Trump Ancam Penjarakan Wartawan yang Bocorkan Operasi Penyelamatan Pilot Jet F-15 AS di Iran

Trump Ancam Penjarakan Wartawan yang Bocorkan Operasi Penyelamatan Pilot Jet F-15 AS di Iran

Global | sindonews | Selasa, 7 April 2026 - 07:21
share

Pilot kedua jet tempur F-15E Strike Eagle Amerika Serikat (AS) telah hilang selama beberapa jam setelah pesawat itu ditembak jatuh Iran pada Jumat pekan lalu. Iran, menurut Presiden AS Donald Trump, tidak tahu soal itu.

Kemudian seorang "mata-mata" membocorkan informasi tersebut ke wartawan. Sekarang, perburuan terhadap pembocor itu pun dimulai.

Baca Juga: 48 Jam Awak Jet F-15 AS di Iran: Mendaki 7.000 Kaki, Berpistol, Jadi Buruan Berhadiah Rp1 Miliar

Berbicara di ruang briefing Gedung Putih pada hari Senin, Trump mengatakan sebuah laporan media yang mengungkapkan bahwa pasukan AS telah menyelamatkan satu anggota kru F-15 tetapi masih mencari yang kedua telah mempersulit operasi penyelamatan dengan memberi tahu Iran.

"Kami sedang berusaha keras untuk menemukan pembocor itu. Mereka pada dasarnya mengatakan bahwa kami telah menyelamatkan satu orang, dan ada seseorang yang hilang. Nah, [Iran] tidak tahu ada seseorang yang hilang sampai pembocor ini memberikan informasi," kata Trump.

Trump mengatakan pengungkapan tersebut memaksa militer AS ke posisi yang jauh lebih sulit. "Operasi ini menjadi jauh lebih sulit karena seorang pembocor membocorkan bahwa kita telah menemukan satu, kita telah menyelamatkan satu, tetapi ada satu lagi di luar sana yang sedang kita coba dapatkan," katanya.

"Serahkan atau Masuk Penjara"

Trump mengatakan pihak berwenang AS akan langsung menghubungi organisasi media yang menerbitkan berita tersebut dan menuntut identitas sumbernya. Dia memperingatkan akan adanya penuntutan jika mereka menolak. Belum jelas media mana yang dimaksud Trump.

"Kami pikir kami akan dapat mengetahuinya, karena kami akan menghubungi perusahaan media yang merilisnya, dan kami akan mengatakan, 'demi keamanan nasional, serahkan atau masuk penjara'," katanya.

Trump mengatakan setelah laporan itu diterbitkan, Iran mengeluarkan pengumuman publik yang menawarkan hadiah untuk penangkapan pilot yang hilang, yang semakin mempersulit upaya pencarian dan penyelamatan.

"Negara itu, Iran, mengeluarkan pengumuman besar...menawarkan hadiah yang sangat besar bagi siapa pun yang menangkap pilot tersebut," kata Trump."Kita harus menemukan orang yang membocorkan informasi itu, karena dia orang yang sakit jiwa. Mungkin dia tidak menyadari seberapa buruk situasinya. Saya tidak bisa membayangkan orang itu menyadarinya, tetapi kita akan mencari tahu. Ini masalah keamanan nasional, dan orang yang menyebarkan berita itu akan dipenjara jika dia tidak mengaku," kata Trump.

Pesawat F-15E Strike Eagle ditembak jatuh di atas Iran barat daya pada hari Jumat, kehilangan pesawat tempur AS pertama yang dikonfirmasi di dalam Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Kedua awak, seorang pilot dan seorang petugas sistem senjata, berhasil melontarkan diri. Pilot diselamatkan segera setelah itu, tetapi pilot atau awak kedua tidak dapat segera ditemukan.

Menurut laporan New York Times, komando Navy SEAL Team 6 melakukan penyelamatan, dengan ratusan pasukan operasi khusus dan personel militer lainnya beroperasi jauh di dalam wilayah Iran.

Pesawat AS menjatuhkan bom dan melepaskan tembakan ke arah konvoi Iran untuk menjauhkan mereka dari tempat persembunyian pilot tersebut. Pasukan komando juga menembakkan senjata mereka untuk menahan pasukan Iran saat mereka bergerak maju, meskipun mereka tidak terlibat dalam baku tembak langsung, imbuh laporan itu.Sebelum pilot tersebut ditemukan, CIA melancarkan kampanye penipuan, menyebarkan kabar di dalam Iran bahwa pasukan AS telah menemukannya dan sedang berupaya melakukan evakuasi darat.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa kedua pilot yang jet tempurnya ditembak jatuh di Iran "pulih dengan sangat baik".

"Mereka berdua pulih dengan sangat baik. Mereka berdua terluka, dan mereka baik-baik saja," kata Trump kepada wartawan di acara White House Easter Egg Roll.

Topik Menarik