Drone-drone Iran Gempur Pangkalan Kuwait, 15 Tentara AS Terluka

Drone-drone Iran Gempur Pangkalan Kuwait, 15 Tentara AS Terluka

Global | sindonews | Selasa, 7 April 2026 - 09:57
share

Rentetan serangan drone Iran menghantam Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Menurut laporan CBS News pada hari Senin, serangan ini menyebabkan 15 tentara Amerika Serikat (AS) terluka.

Mengutip dua pejabat Amerika, laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan terjadi pada Minggu malam. Sebagian besar dari mereka yang terluka diklaim telah kembali bertugas.

Baca Juga: Trump: Seluruh Negara Iran Dapat Dihancurkan dalam Satu Malam!

Pangkalan Udara Ali Al Salem, yang terletak sekitar 37 kilometer (23 mil) dari perbatasan Irak, merupakan pusat utama operasi AS di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan bahwa angkatan bersenjata telah mendeteksi 14 rudal balistik, dua rudal jelajah, dan 46 drone musuh di wilayah udara negara itu selama 24 jam terakhir pada hari Senin. Menurut kementerian tersebut, semua serangan tersebut telah ditangani sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh juru bicara resmi Kementerian Pertahanan, Kolonel Staff Saud Al-Atwan, selama pengarahan media harian tentang perkembangan terbaru dan peristiwa operasional di tengah serangan Iran yang sedang berlangsung di Kuwait.Kuwait News Agency (KUNA), pada Selasa (7/4/2026), melaporkan bahwa puing-puing yang berjatuhan mendarat di daerah pemukiman di utara Kuwait, mengakibatkan cedera pada manusia, dan pihak berwenang terkait menanggapi sesuai dengan prosedur yang disetujui.

Kolonel Al-Atwan menambahkan bahwa unit Penjinak Bahan Peledak (EOD) dari Angkatan Darat menangani 22 laporan, sementara tim pemadam kebakaran Angkatan Darat menanggapi tiga insiden, semuanya sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.

Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.900 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal-kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz.

Topik Menarik