Belum Lulus Sudah Siap Kerja, 2 Alumni IPB University Ini Bagikan Strateginya
Lulus kuliah sering kali dianggap sebagai garis start menuju dunia kerja. Namun, bagi sebagian mahasiswa IPB University, dunia profesional justru sudah mulai dijajaki sejak masih duduk di bangku perkuliahan.
Hal inilah yang dialami oleh Wirayuda Erlangga Pratama dan Farid Shafwan Hakim, dua alumni IPB University yang berhasil menyiapkan karier bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
Menyusun Arah
Wirayuda Erlangga Pratama, alumnus Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika IPB University, menuturkan bahwa salah satu kunci utamanya adalah memiliki peta arah sejak awal kuliah.Berangkat dari kesadarannya sebagai mahasiswa Matematika, Wira sudah memetakan potensi karier lulusan Matematika di industri, salah satunya di sektor keuangan.
“Aku sudah mapping dari awal, lulusan Matematika itu biasanya ke mana. Dari situ aku define mau ke industri finance sebagai analyst. Hal ini juga didukung oleh konsentrasi kuliahku adalah bidang riset operasi,” ujarnya.
Menurut Wira, kurikulum IPB University yang terstruktur dan menantang justru menjadi bekal penting di dunia kerja. Ritme perkuliahan yang padat, tugas yang konsisten, hingga studi kasus yang aplikatif melatih dirinya untuk siap menghadapi tekanan profesional.“Di IPB kita terbiasa dikejar deadline. Pas kerja, itu bukan hal baru lagi. Justru terasa lebih siap,” katanya. Disiplin, tanggung jawab, dan refleksi diri menjadi nilai yang terus ia pegang selama menjalani perkuliahan di IPB University.
Berani Mencoba
Wira menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba berbagai kesempatan selama kuliah mulai dari kompetisi, program internasional, hingga kegiatan nonakademik.Salah satu pengalaman berkesannya adalah saat mengikuti Business Case Competition di industri asuransi. Meski awalnya hanya mencoba, Wira justru terpilih sebagai salah satu dari 24 peserta terbaik se-Indonesia.
“Ternyata bukan cuma lomba, tapi di situ aku dapat networking, ketemu praktisi, bahkan CEO yang ternyata alumni IPB juga. Dari situ aku sadar, peluang itu sering datang dari hal-hal yang kita coba,” ujarnya.
Bagi Wira, mengikuti banyak kegiatan tanpa tujuan justru bisa melelahkan. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya menemukan alasan (why) di balik setiap keputusan.
“Bukan sekadar ikut-ikutan. Aku selalu tanya ke diri sendiri, kenapa aku ikut ini? Apa manfaatnya buat masa depanku?” jelas alumnus muda yang lulus dari IPB University di tahun 2024 ini.
Kesempatan Datang dari Rekam Jejak
Cerita serupa juga datang dari Farid Shafwan Hakim, alumnus Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University. Farid memperoleh pekerjaan bahkan sebelum lulus IPB University di tahun 2025 melalui program beasiswa ikatan kerja dari perusahaan yang bekerja sama dengan IPB University.“Selain biaya pendidikan dan living cost, saya sudah langsung dipastikan direkrut sebagai management trainee setelah lulus,” jelas Farid. Menurutnya, perusahaan melihat rekam jejak, visi, dan konsistensi mahasiswa selama kuliah.Pengalaman mengikuti berbagai proyek, baik dari swasta maupun pemerintah, membuatnya akrab dengan dunia profesional sejak dini. “Perusahaan mencari orang yang punya value dan potensi. Rekam jejak dan visi itu jadi kunci kepercayaan,” tambahnya.
Ekosistem Pembentuk Profesional
Farid menilai IPB University menyediakan ekosistem yang sangat mendukung kesiapan kerja mahasiswa, mulai dari kurikulum, program magang, capstone project, hingga kegiatan organisasi dan kepemimpinan.“IPB membentuk mahasiswa yang inovatif, ulet, fleksibel, dan punya kemampuan analisis yang kuat. Itu terasa sekali ketika sudah masuk dunia kerja,” ujarnya.
Baik Wira maupun Farid sepakat bahwa tantangan terbesar selama kuliah adalah manajemen waktu dan prioritas. Namun, justru dari situlah karakter profesional terbentuk.










