Daftar 5 Jurusan Kuliah yang Dinilai Aman dari AI, Apa Saja?
JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat banyak pekerjaan kini bisa dilakukan mesin dengan cepat dan efisien. Tak sedikit orang mulai bertanya-tanya, apakah profesi mereka akan tergantikan AI di masa depan.
Namun faktanya, tidak semua bidang bisa digantikan teknologi. Ada beberapa jurusan kuliah yang justru tetap dibutuhkan karena mengandalkan empati, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah. Berikut daftarnya.
Daftar 5 Jurusan Kuliah yang Dinilai Aman dari AI
1. Psikologi
Jurusan Psikologi dinilai aman dari AI karena fokus pada pemahaman emosi dan perilaku manusia. AI memang bisa menganalisis data, tetapi tidak bisa berempati atau memahami kondisi emosional seseorang secara mendalam.
Lulusan Psikologi memiliki peluang kerja luas, seperti psikolog klinis, konselor, HRD, hingga peneliti perilaku. Semua profesi ini membutuhkan sentuhan manusia.
2. Pendidikan (terutama PGSD)
Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter dan nilai pada anak. AI bisa membantu proses belajar, namun tidak bisa menggantikan peran guru dalam membimbing dan berinteraksi langsung dengan murid.
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tetap dibutuhkan karena pendidikan dasar adalah fondasi utama perkembangan anak.
3. Hukum
Bidang hukum berkaitan dengan keadilan, penafsiran aturan, dan kondisi sosial masyarakat. AI dapat membantu mencari dokumen atau referensi hukum, tetapi keputusan dan pertimbangan tetap harus dilakukan manusia.
Oleh karena itu, jurusan hukum masih dinilai aman dari ancaman AI.
4. Kedokteran dan Keperawatan
AI memang sudah digunakan untuk membantu diagnosis penyakit, tetapi peran dokter dan perawat tidak bisa digantikan sepenuhnya. Pasien tetap membutuhkan komunikasi, empati, dan perawatan langsung dari tenaga medis.
Interaksi manusia menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan.
5. Seni dan Desain
AI mampu membuat karya visual atau musik, namun kreativitas manusia tetap tidak tergantikan. Seni lahir dari emosi, pengalaman, dan imajinasi yang unik.
Bidang seni dan desain masih sangat bergantung pada orisinalitas dan ekspresi personal, sesuatu yang sulit ditiru oleh mesin.










