BINUS University Gelar ICOBARSMART 2026, Dorong Inovasi Teknologi Berkelanjutan

BINUS University Gelar ICOBARSMART 2026, Dorong Inovasi Teknologi Berkelanjutan

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:30
share

BINUS University memperkuat kolaborasi akademik global melalui penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026, konferensi internasional yang berlangsung pada 5–6 Februari 2026.

Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” kegiatan ini diselenggarakan bersama Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan.

ICOBAR–SMART 2026 berfokus menyoroti peran teknologi dalam membentuk tata kelola, model bisnis, dan sistem mobilitas yang berkelanjutan. Tema tersebut mencerminkan urgensi global untuk memastikan percepatan teknologi, mulai dari kecerdasan buatan hingga sistem mobilitas cerdas, berjalan seiring dengan tata kelola yang adaptif serta model bisnis yang mendorong inovasi, patuh terhadap regulasi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Baca juga: Wisuda UNEJ Periode VIII 2025/2026, Rektor Tekankan Pentingnya Lifelong Learning dan Kolaborasi

Dengan pendekatan lintas disiplin, konferensi ini menempatkan diskusi pada bagaimana inovasi teknologi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik dan praktik bisnis yang aplikatif serta berdampak jangka panjang.Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, melalui siaran pers, Sabtu (7/2/2026), mengatakan, “Selama hampir 45 tahun berkarya, BINUS University berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan dan riset yang berdampak serta relevan dengan tantangan global sebagai dukungan menuju Indonesia yang lebih maju.”

Melalui konferensi ICOBAR–SMART 2026, BINUS University juga menegaskan bahwa kemajuan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem kota cerdas tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Sesuai misi membina dan memberdayakan masyarakat, kami berkomitmen memastikan bahwa inovasi apa pun, termasuk digital, benar-benar menjadi milik publik, tidak hanya berputar di elit teknologi, semakin membebaskan masyarakat dari keterbatasan sehari-hari, dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial,” tambah Juneman.

Dalam pelaksanaannya, ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup kecerdasan buatan, Internet of Things, smart mobility, digitalisasi rantai pasok, tata kelola dan kebijakan publik, pengembangan keterampilan masa depan, serta keberlanjutan. Cakupan ini mencerminkan upaya konferensi untuk menjembatani pengembangan riset dengan kebutuhan nyata industri yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak.

“Kami bangga menyambut seluruh peserta ICOBAR–SMART 2026 dari berbagai negara dan bidang keahlian. Konferensi ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang mendorong pertukaran gagasan dan pembelajaran bersama, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat berkembang setelah forum ini berakhir,” ujar Chair Organizing Committee ICOBAR–SMART 2026, Dr. Joice Yulinda Luke.Kolaborasi dengan KIIT memperkuat posisi ICOBAR–SMART 2026 sebagai platform pertukaran ilmu yang berlandaskan kualitas akademik dan jejaring internasional. Berbasis di Korea Selatan, KIIT secara konsisten mendorong pengembangan riset teknologi informasi melalui penyelenggaraan konferensi ilmiah dan publikasi akademik, dengan melibatkan sekitar 7.500 peneliti dari lebih dari 200 universitas.

Setiap tahunnya, KIIT menyelenggarakan berbagai forum akademik nasional dan internasional serta menerbitkan ratusan makalah riset melalui jurnal terindeks, yang mencerminkan perannya dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang teknologi.

“Tantangan teknologi dan keberlanjutan menuntut kolaborasi riset lintas negara yang kuat. Kemitraan antara KIIT dan BINUS University memperkuat kontribusi akademik Korea dan Indonesia dalam menghadirkan solusi yang berdampak secara global," katanya.

"Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pengembangan gagasan dan kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan industri, kebijakan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar President Korean Institute of Information Technology, Prof. Insik Choi.

Topik Menarik