Kuasa Hukum Bantah Virgoun yang Instruksikan Ambil CCTV di Rumah Inara Rusli

Kuasa Hukum Bantah Virgoun yang Instruksikan Ambil CCTV di Rumah Inara Rusli

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:49
share

Nama Virgoun selaku mantan suami Inara Rusli ikut terseret dalam permasalahan rekaman CCTV yang diambil di kediaman Inara. Diketahui rekaman CCTV itu diambil oleh Agung, sopir Inara yang selama ini digaji oleh Virgoun.

Namun pihak kuasa hukum Agung yaitu Sukardi Amir membantah soal isu yang menyebut ada perintah dari Virgoun untuk mengambil rekaman CCTV tersebut. Ia menegaskan bahwa rekaman itu diambil berawal dari laporan ART yang mendengar suara aneh di lantai 3.

Baca juga: Virgoun Sengaja Pecat Sopir yang Akses CCTV di Rumah Inara Rusli

“Berdasarkan keterangan saksi dalam pemeriksaan kemarin, sejauh ini belum ada instruksi dari V (Virgoun). Sampai sekarang kami tidak menemukan keterlibatan langsung dari V yang memerintahkan saksi A untuk mengambil rekaman CCTV,” ujar Sukardi.

Sukardi juga menjelaskan bahwa perkara ini masih dikembangkan dan menunggu munculnya fakta-fakta baru di persidangan. Namun berdasarkan keterangan yang ada saat ini, dugaan tersebut belum terbukti.Baca juga: Ibunda Virgoun Sebut Inara Rusli Berbohong soal Akses Bertemu Anak: Jangan Begitu Kau

“Ke depan tentu kita lihat bagaimana fakta-fakta yang muncul. Tapi sejauh ini belum ada keterlibatan langsung,” lanjutnya.

Terkait alasan kliennya mengambil rekaman CCTV, Sukardi menjelaskan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk pengecekan. Tindakan itu menyusul adanya laporan mengenai suara mencurigakan di rumah.

Akhirnya Agung memeriksa langsung rekaman CCTV tersebut.

“Kurang lebih sifatnya memeriksa. Ada laporan dari ART terkait suara aneh, lalu dicek,” katanya.Sebagai informasi, Agung diketahui telah bekerja selama sekitar empat tahun dan tidak hanya berperan sebagai sopir. Ia juga sering dipercaya menangani berbagai pekerjaan teknis di rumah, termasuk urusan CCTV.

Bahkan, sebelum kasus ini bergulir, Inara Rusli disebut pernah meminta Agung memperbaiki beberapa unit CCTV. Artinya, ini bukan kali pertama Agung mengakses CCTV di rumah tersebut.

Kuasa hukum Agung pun menegaskan bahwa fokus seharusnya tidak hanya pada akses terhadap CCTV, namun pada konteks dan fakta hukum yang ada.

"Apakah yang dipersoalkan aksesnya atau isi rekamannya, itu yang harus dilihat secara objektif,” ujarnya.

Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan pihak kuasa hukum meminta publik tidak berspekulasi sebelum seluruh fakta terungkap secara resmi.

Topik Menarik