Mercedes-Benz Akui Industri Otomotif China Paling SIap dengan AI

Mercedes-Benz Akui Industri Otomotif China Paling SIap dengan AI

Otomotif | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 17:24
share

Mercedes-Benz mengakui bahwa kecepatan produsen otomotif Tiongkok dalam mengembangkan model baru semakin sulit untuk diimbangi.

Hal ini mendorong perusahaan asal Jerman tersebut untuk meningkatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) guna mempercepat proses pengembangan kendaraan mereka sendiri.

Jörg Burzer, yang baru saja ditunjuk sebagai Chief Technology Officer (CTO) Mercedes-Benz, menyebut kemampuan produsen Tiongkok dalam memproduksi kendaraan dalam jangka waktu yang sangat singkat sebagai sesuatu yang luar biasa.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah otomotif Australia, *Drive*, ia mencatat bahwa keunggulan produsen Tiongkok tidak hanya terletak pada kecepatan pengembangan, tetapi juga pada kemampuan mereka yang tajam dalam memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan.

Menurutnya, meskipun persaingan ketat di industri otomotif pada akhirnya menguntungkan konsumen, Mercedes-Benz tetap yakin dengan kapasitasnya untuk bersaing secara efektif, baik di pasar Tiongkok maupun Eropa.

Pengakuan ini muncul di tengah tekanan penjualan yang dihadapi Mercedes-Benz, khususnya di Tiongkok—salah satu pasar paling krusial bagi merek mewah tersebut.Pada tahun 2025, penjualan Mercedes-Benz di Tiongkok turun 19 persen menjadi 551.932 unit. Kinerja tahun ini pun tergolong lemah; pengiriman kendaraan dari Januari hingga September 2026 merosot 29 persen menjadi 418.305 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara global, penjualan Mercedes-Benz juga mengalami penurunan sebesar sembilan persen, menjadi 1,8 juta unit pada tahun 2025. Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, angka pengiriman kembali turun 7,2 persen menjadi 1,34 juta unit.

Untuk mengatasi tantangan ini, Mercedes-Benz berfokus pada pemanfaatan AI guna mempersingkat waktu pengembangan model baru, tanpa mengorbankan aspek keselamatan maupun kualitas.

Salah satu inisiatif yang diterapkan adalah sistem PLM.AI—sebuah platform digital berbasis AI yang menghubungkan berbagai divisi operasional di dalam perusahaan, mencakup pengembangan kendaraan, pengadaan, produksi, penjualan, hingga layanan purnajual.

Sistem ini memfasilitasi pertukaran informasi yang lebih cepat antar departemen, sehingga memungkinkan para insinyur untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi opsi teknis, dan mengambil keputusan lebih awal dalam proses pengembangan.Mercedes-Benz memperkirakan bahwa teknologi PLM.AI akan memangkas waktu pengembangan kendaraan secara keseluruhan hingga 30 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi proses rekayasa tertentu hingga 50 persen.

Dalam jangka panjang, penggunaan simulasi digital dan kecerdasan buatan (AI) juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pengujian fisik hingga 50 persen.

Teknologi AI ini selanjutnya dimanfaatkan untuk membantu mengoptimalkan biaya material, mengelola proses sertifikasi, mendeteksi cacat, serta mendukung pengembangan perangkat lunak.

Namun, Mercedes-Benz menegaskan bahwa integrasi AI tidak mengurangi tanggung jawab para insinyurnya. Keputusan akhir terkait pengembangan dan rekayasa kendaraan tetap sepenuhnya berada di tangan para ahli manusia.

Sementara itu, pabrikan ini juga berencana untuk memperluas jajaran produknya dengan menghadirkan beberapa model baru maupun model yang telah diperbarui.Rencana tersebut mencakup model kelas pemula (entry-level), generasi baru CLA, E-Class elektrik, SUV kompak yang terinspirasi dari G-Class, serta kemungkinan kembalinya G-Class versi atap terbuka (Convertible).

Mercedes-AMG, divisi kendaraan performa tinggi, juga diperkirakan akan mendapatkan beberapa model baru, termasuk C53 dengan mesin enam silinder, GT Black Series generasi terbaru, dan versi atap terbuka dari G63.

Langkah ini mencerminkan upaya Mercedes-Benz untuk memperkuat daya saingnya di tengah industri yang terus berkembang dengan sangat pesat—terutama seiring dengan semakin agresifnya pabrikan asal Tiongkok dalam memperkenalkan teknologi dan model baru ke pasar global.

Topik Menarik