Yang Ditunggu MONA L03, Kenapa XPeng Indonesia Malah Bawa G9L Duluan?

Yang Ditunggu MONA L03, Kenapa XPeng Indonesia Malah Bawa G9L Duluan?

Otomotif | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 15:15
share

Distribusi XPeng melampaui BMW dan Mercedes-Benz di segmen premium Indonesia sepanjang Januari–September 2026. Saat calon pembeli menanti SUV di bawah G6, XPeng justru memperkenalkan SUV listrik enam kursi dengan baterai 110 kWh.

Orang datang ke GIIAS, lihat mobil baru, lalu bertanya, “Berapa?” Kalau mobilnya diposisikan di bawah model Rp679 juta, biasanya ada pertanyaan kedua. “Kapan bisa dibeli?”.

Itu yang membuat XPeng L03 menarik. SUV coupé ini sudah tampil di GIIAS 2026. Indonesia bahkan menjadi tempat debutnya di Asia Tenggara.

Namun, model yang kemudian diperkenalkan XPeng lewat exclusive preview di Jakarta adalah G9L. Panjangnya 5,12 meter, penggeraknya AWD, dan kabinnya punya enam kursi. Huruf L, kata XPeng, berarti Luxury.

Kalau tujuannya mengejar lebih banyak pembeli, L03 kelihatan seperti pilihan paling jelas. Tapi kalau tujuannya memperluas pasar premium yang sudah mereka masuki, G9L punya logikanya sendiri.

XPeng sudah melewati BMW dan Mercy di tingkat distribusiSepanjang Januari-September 2026, XPeng mencatat 2.745 unit wholesales di Indonesia. BMW mencatat 1.791 unit dan Mercedes-Benz 757 unit. Danza masih memimpin dengan 3.009 unit. Distribusi XPeng naik sekitar 712 persen dari 338 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mengukur pengiriman ke diler.

Secara global, XPeng mencetak rekor 50.237 pengiriman pada Oktober 2026, naik sekitar 20 persen secara tahunan. Pasar luar negeri menyumbang 13.326 unit, naik 166 persen. Namun, pengiriman kumulatif Januari–Oktober masih turun 5,8 persen menjadi 334.604 unit. Pertumbuhan pasar luar negeri memberi konteks kenapa XPeng gencar membawa model barunya ke berbagai negara.

Lalu, kenapa XPeng sering disandingkan Tesla? Kemiripannya paling mudah dilihat dari cara mereka mengembangkan mobil. XPeng membuat cip sendiri, memperbarui perangkat lunak lewat internet, dan menjadikan bantuan berkendara bagian penting dari produknya. Di Paris Motor Show 2026, XPeng dan Tesla menjadi dua pabrikan yang ikut demonstrasi publik di Autonomous Lab. Di G9L Indonesia, pendekatan itu muncul lewat dua cip Turing, 33 sensor, dan Highway NGP untuk membantu pengemudi di jalan tol. Buat pembeli, yang menentukan adalah fungsi apa saja yang aktif ketika mobil diserahkan.

Harga XPeng di Indonesia dan celah yang bisa diisi Mona

Sebelum G9L, XPeng sudah memasarkan SUV listrik G6 dan MPV listrik tujuh kursi New X9. Berikut harga OTR Jakarta yang diumumkan untuk varian tersebut.

G6 Pro: Rp679 jutaG6 Pro AWD: Rp769 jutaNew X9 Standard Range Pro: Rp1,140 miliarNew X9 Long Range Pro: Rp1,219 miliarNew X9 Long Range Pro+: Rp1,259 miliar

Di keluarga Mona, M03 adalah mobil bergaya fastback. L03 adalah SUV coupé yang dipamerkan di GIIAS. L03 berpeluang menarik pembeli yang suka bentuk G6, tetapi bujetnya berhenti sebelum Rp679 juta.Di China, katalog XPeng mencantumkan harga rekomendasi L03 123.800–156.800 yuan, sekitar Rp316–400 juta dengan kurs ilustratif Rp2.550 per yuan. Di Thailand, tiga variannya dijual 899.000, 989.000, dan 1.189.000 baht, sekitar Rp485 juta, Rp534 juta, dan Rp642 juta dengan kurs ilustratif Rp540 per baht. Kisaran Rp400–550 juta yang beredar untuk Indonesia masih berupa perkiraan.

Apa yang dibawa G9L Indonesia?

G9L yang diperkenalkan di Jakarta adalah BEV AWD enam kursi. Dimensinya 5.120 × 1.999 × 1.782 mm, dengan wheelbase 3.100 mm dan ground clearance 176 mm. Ukurannya besar, tetapi roda belakang yang ikut membelok membantu menekan radius putar menjadi 5,4 meter. Suspensi udara dua ruang dan peredam adaptif DCC dirancang untuk mengelola guncangan dan gerakan bodi. Ada pula 6D Anti-Motion Sickness, yang menurut XPeng dirancang untuk membantu mengurangi rasa mual selama perjalanan.

Baterainya NCM 110 kWh, dengan klaim jarak tempuh 648 km NEDC. Daya pengisian DC mencapai 540 kW pada kondisi yang mendukung. XPeng mengklaim pengisian 10–80 persen dalam 11,7 menit. Buat pembeli yang sering keluar kota, manfaat angka itu bergantung pada daya charger yang tersedia di rute mereka.

Di dalam, ada jok kulit Nappa, kursi penumpang zero gravity, dan active noise cancellation. Layar tengahnya 17,3 inci, sementara penumpang belakang mendapat layar 21,4 inci beresolusi 3K dan sistem audio surround 7.1.4. Ada juga kulkas antibakteri 12,5 liter, dua pengisi daya nirkabel 50 watt, dan pencahayaan kabin 256 warna. Sistem XOS 6.0 mengintegrasikan Google Maps dan perintah suara “Hey XPeng” dengan enam zona.

Kenapa G9L didahulukan?

Pertama, Indonesia bisa ikut gelombang peluncuran global G9L. Model ini diluncurkan di China pada 17 September, diperkenalkan untuk Eropa di Paris pada 12 Oktober, lalu versi range extender-nya dibuka untuk pemesanan di 11 pasar Timur Tengah dan Afrika lewat acara di Dubai pada 2 November. XPeng menargetkan 64 negara dan wilayah. Thailand menjalankan urutan berbeda. Harga L03 diumumkan pada 1 Oktober, sebelum jadwal peluncuran G9L pada 11 November. Jadi, kesiapan tiap pasar lebih masuk akal sebagai penjelasan daripada menganggap XPeng punya satu urutan baku.

Kedua, G9L mengisi ruang di antara kebutuhan yang selama ini dilayani G6 dan X9. G6 menawarkan bentuk SUV coupé. X9 menawarkan MPV tujuh kursi. G9L menyasar keluarga yang ingin tiga baris dalam bentuk SUV dan masih ingin menikmati mobil dari kursi pengemudi. Kemudi roda belakang dan suspensi udara memberi alasan yang lebih konkret untuk meliriknya. Kalau yang paling penting adalah membawa tujuh orang, X9 tetap punya keunggulan yang gampang dihitung.

Ketiga, G9L memberi XPeng cara untuk menjelaskan harga premium lewat fitur yang bisa dirasakan. Dua cip Turing terdengar canggih. Tapi buat orang yang tiap hari masuk parkiran sempit, radius putar 5,4 meter lebih gampang dipahami. Buat keluarga yang sering bepergian, kenyamanan kursi dan suspensi bisa lebih menentukan daripada berapa banyak sensor yang dipasang.

Keempat, L03 butuh jarak harga yang pas dari G6. Kalau harga dasarnya mendekati ekuivalen Thailand, sekitar Rp485 juta, selisihnya dari G6 Pro mencapai Rp194 juta. Kalau versi atasnya mendekati Rp642 juta, selisihnya tinggal Rp37 juta. Pada titik itu, calon pembeli mulai bilang, “Sekalian G6, nggak sih?” Pemilihan varian dan biaya pasokan ikut menentukan. G6 Pro sudah diproduksi lokal.

XPeng belum memaparkan alasan resmi urutan kedua model ini. Dari posisi produknya, G9L memberi XPeng jalan untuk memperluas pasar premium yang sudah dibangun G6 dan X9.

Topik Menarik