All-Rounder Vehicle, Bahasa Baru Aion Berebut Pembeli SUV Lewat i60

All-Rounder Vehicle, Bahasa Baru Aion Berebut Pembeli SUV Lewat i60

Otomotif | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 21:44
share

Dua model menyumbang 81,4 persen distribusi GAC Aion di Indonesia, sementara perusahaan kini menawarkan istilah baru: All-Rounder Vehicle atau ARV.

Sebutan itu diperkenalkan GAC Indonesia pada Kamis (5/11/2026). Janjinya adalah SUV listrik yang nyaman, aman, andal, dan cocok untuk beragam perjalanan. Pertanyaannya, bukankah itu pula yang selama ini dijual sebuah SUV?

ARV layak diuji melalui manfaat yang bisa dirasakan pembeli. Seberapa tinggi jarak terendah bodinya? Bagaimana kenyamanan di jalan rusak? Berapa harga yang harus dibayar untuk kemampuan tersebut?

Istilah dan Kebutuhan

Interior Aion i60 dengan panel instrumen digital dan layar tengah. Spesifikasi untuk pasar Indonesia belum dikonfirmasi. Foto: Aion

GAC membangun konsep ARV melalui empat pilar: desain, kenyamanan, keselamatan, dan keandalan. Perusahaan juga menjanjikan ground clearance lebih tinggi serta bentuk dinamis, berbeda dari SUV mengotak.Namun, bodi mengotak atau membulat bukan ukuran tunggal kemampuan menghadapi jalan buruk. Klaim serbabisa membutuhkan pembuktian melalui spesifikasi, pengujian, dan pengalaman kepemilikan.

Identitas produknya pun perlu dibedakan dari dugaan. Siluet dalam unggahan Aion mengarah pada i60, tetapi pengenalan konsep ARV belum menjadi konfirmasi bahwa model itulah yang akan dipasarkan.

CEO GAC Indonesia Andry Ciu sebelumnya menyatakan perusahaan menyiapkan dua SUV tahun ini. Pilihan teknologinya juga terbuka. ”Kita bawa teknologi lengkap. ICE, PHEV, EREV dan EV,” kata Andry pada Maret lalu.

Tampilan samping Aion i60. SUV lima penumpang ini memiliki jarak sumbu roda 2.775 mm pada versi pasar China. Foto: Aion

Di China, i60 menawarkan listrik murni dan sistem penambah jarak atau EREV. Pada EREV, mesin bensin bekerja sebagai generator, sedangkan roda digerakkan motor listrik. Spesifikasi pasar tersebut belum otomatis berlaku untuk Indonesia.Dimensinya memberi gambaran kendaraan keluarga lima penumpang: panjang 4.685 mm, tinggi 1.660 mm, serta jarak sumbu roda 2.775 mm. Lebarnya berada pada rentang 1.854–1.876 mm, bergantung versi.

Konfigurasi EREV yang diberitakan menggunakan mesin 1,5 liter berdaya 74 kW. Motor listriknya tersedia dengan daya 150 kW atau 165 kW. Baterai 29,165 kWh disebut memungkinkan perjalanan listrik hingga 160 km.

Daya tariknya masuk akal bagi keluarga yang ingin berkendara dengan listrik, tetapi membutuhkan cadangan energi untuk perjalanan jauh. Namun, manfaat itu baru relevan jika konfigurasi tersebut benar-benar dibawa.

Berebut Pembeli Sendiri

Aion i60 diduga menjadi calon model baru GAC di Indonesia. Kepastian varian dan harga masih ditunggu. Foto: Aion

Berdasarkan rekap Gaikindo dalam bahan, distribusi ke diler Januari–September 2026 mencapai 5.437 unit, naik 23,4 persen.Aion V menyumbang 2.416 unit atau 44,4 persen. Aion UT menyusul dengan 2.010 unit atau 37 persen. Hyptec mencatat 570 unit atau 10,5 persen, sedangkan Y Plus 441 unit atau 8,1 persen.

Artinya, calon SUV baru harus memiliki alasan beli yang jelas terhadap Aion V. Jika harga, ukuran, dan kegunaannya terlalu berdekatan, sebagian pembeli bisa sekadar berpindah pilihan di dalam merek.

Di sisi lain, tambahan model dapat menjangkau kebutuhan yang belum terlayani. Akan tetapi, proyeksi harga dan volume i60 belum memiliki dasar cukup tanpa kepastian varian serta posisi harganya di Indonesia.

Penjualan langsung ke konsumen Aion mencapai 5.025 unit, tumbuh 8,8 persen. Pertumbuhannya lebih lambat daripada distribusi ke diler, sehingga keberhasilan produk baru tetap perlu dibaca dari penerimaan pembeli.

Topik Menarik