Cara Merawat Rambut agar Lebih Sehat dan Tebal, Perhatikan Cara Keramas!

Cara Merawat Rambut agar Lebih Sehat dan Tebal, Perhatikan Cara Keramas!

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 3 November 2026 - 14:05
share

PUNYA rambut yang sehat, kuat, dan tampak lebat tentu menjadi dambaan banyak orang. Namun, menjaga kesehatan rambut bukan hanya soal menggunakan produk perawatan yang mahal.

Pola makan, asupan nutrisi, kebiasaan keramas, hingga cara menata rambut juga berpengaruh terhadap kondisi rambut dan kulit kepala. Faktor genetik memang berperan besar dalam menentukan ketebalan dan karakter rambut seseorang.

Meski demikian, perawatan yang tepat dapat membantu menjaga rambut tetap sehat, mengurangi kerusakan, serta membuatnya terlihat lebih bervolume. Selain itu, kekurangan nutrisi tertentu, stres, perubahan hormon, dan penggunaan produk yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi kesehatan rambut.

Lantas, bagaimana cara merawat rambut agar tetap sehat dan tampak lebih tebal? Dilansir dari Health Line, berikut 9 cara yang bisa diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.

1. Penuhi Kebutuhan Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk kesehatan rambut. Hal ini karena rambut sebagian besar tersusun dari keratin, yaitu jenis protein yang membentuk struktur rambut.

Kekurangan asupan protein dapat membuat rambut menjadi rapuh, mudah patah, bahkan berkontribusi terhadap kerontokan. Untuk membantu memenuhi kebutuhan protein, kamu bisa mengonsumsi berbagai makanan seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, daging ayam, kacang-kacangan, dan susu dan produk olahan rendah lemak. Pastikan kebutuhan protein harian terpenuhi sesuai usia, kondisi tubuh, dan tingkat aktivitas.

2. Perhatikan Asupan Zinc

Zinc atau seng merupakan mineral yang berperan dalam berbagai proses penting di dalam tubuh, termasuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Kekurangan zinc dapat dikaitkan dengan kerontokan rambut. Karena itu, mencukupi kebutuhan mineral ini penting untuk mendukung kesehatan rambut secara keseluruhan.

Ada sumber zinc yang bisa dimasukkan ke menu sehari-hari. Di antaranya, kacang mete, kacang almond, kacang kenari, daging, telur, dan makanan laut.

Selain itu, konsumsi sayuran, buah-buahan, dan air putih yang cukup juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Suplemen zinc dapat dipertimbangkan jika memang dibutuhkan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan tanpa anjuran tenaga kesehatan.

3. Tambahkan Omega-3 dalam Menu Harian

Asam lemak omega-3 dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membantu menjaga fungsi kulit. Nutrisi ini juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit kepala. Meskipun belum terbukti secara pasti dapat menumbuhkan rambut baru, asupan omega-3 yang cukup dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Beberapa sumber omega-3 yang bisa dikonsumsi meliputi ikan salmon, ikan sarden, yogurt yang diperkaya omega-3, dan beberapa jenis kacang dan biji-bijian. Mengonsumsi makanan bergizi secara rutin lebih dianjurkan dibandingkan mengandalkan satu jenis suplemen saja.

4. Kenali Jenis dan Kebutuhan Rambut

Setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda. Ada yang memiliki rambut berminyak, kering, normal, lurus, bergelombang, hingga keriting.

Perbedaan tersebut membuat kebutuhan perawatan rambut juga tidak selalu sama. Sebagai contoh, seseorang dengan kulit kepala berminyak mungkin perlu keramas lebih sering dibandingkan pemilik kulit kepala kering.

Frekuensi keramas juga dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari, produksi minyak alami kulit kepala, serta penggunaan produk penataan rambut. Karena itu, penting untuk mengenali kondisi rambut sendiri agar tidak menggunakan metode perawatan yang justru membuat rambut semakin kering atau berminyak.

5. Pilih Sampo yang Sesuai

Pemilihan sampo menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan rambut. Gunakan produk yang sesuai dengan jenis rambut dan kondisi kulit kepala. Jika memiliki masalah ketombe, misalnya, pilih sampo yang memang diformulasikan untuk membantu mengatasi ketombe.

Sebaliknya, jika rambut cenderung kering, pilih sampo yang memiliki formula lembut dan membantu menjaga kelembapan. Hindari produk yang membuat rambut terasa terlalu kering, kasar, atau mudah kusut setelah digunakan.

Perlu diingat, harga mahal tidak selalu menjamin suatu produk lebih baik. Hal terpenting adalah kesesuaian kandungan dan formulanya dengan kebutuhan rambut.

 

6. Jangan Lewatkan Penggunaan Kondisioner

Setelah keramas, penggunaan kondisioner dapat membantu membuat rambut lebih lembut, halus, dan mudah diatur. Kondisioner bekerja dengan membantu melapisi batang rambut sehingga mengurangi gesekan dan risiko rambut patah akibat kusut.

Cara menggunakannya juga cukup mudah. Aplikasikan kondisioner setelah membilas sampo, ratakan pada bagian tengah hingga ujung rambut, hindari mengoleskannya terlalu banyak pada kulit kepala jika rambut mudah berminyak, diamkan sesuai petunjuk pada kemasan, terakhir bilas hingga bersih jika menggunakan kondisioner bilas.

Pemilihan kondisioner sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut. Dengan begitu, hasilnya lebih optimal.

7. Keramas dan Menyisir Rambut dengan Benar

Kebiasaan keramas dan menyisir rambut yang kurang tepat dapat menyebabkan rambut mudah patah. Saat rambut basah, kondisinya cenderung lebih rentan terhadap kerusakan mekanis. Karena itu, perlakukan rambut dengan lembut setelah keramas.

Beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan antara lain, gunakan air dengan suhu nyaman, bukan terlalu panas, hindari menggosok rambut terlalu keras menggunakan handuk, gunakan handuk lembut untuk menyerap kelebihan air, pakai sisir bergigi jarang untuk membantu mengurai rambut kusut, dan jangan menarik atau menyisir rambut secara kasar.

Frekuensi keramas dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit kepala. Tidak semua orang harus keramas setiap hari, tetapi kulit kepala yang sangat berminyak mungkin membutuhkan frekuensi lebih sering.

8. Lakukan Perawatan Rambut Secara Rutin

Perawatan rambut tidak harus selalu dilakukan di salon. Beberapa kebiasaan sederhana di rumah juga dapat membantu menjaga rambut tetap sehat.

Kamu bisa gunakan pengering rambut dengan suhu rendah atau sedang. Lalu, biarkan rambut kering secara alami jika memungkinkan. Batasi juga penggunaan alat styling bersuhu tinggi.

Kemudian, hindari mengikat rambut terlalu kencang. Ubah posisi jepit atau ikat rambut agar tekanan tidak selalu berada di area yang sama. Terakhir, potong ujung rambut secara berkala jika terdapat rambut bercabang.

Memijat kulit kepala dengan lembut juga dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan. Namun, pijatan belum terbukti secara meyakinkan dapat mengatasi semua jenis kerontokan rambut. Perawatan yang konsisten dan tidak berlebihan lebih penting dibandingkan mencoba terlalu banyak produk sekaligus.

9. Hindari Kebiasaan yang Dapat Merusak Rambut

Selain melakukan perawatan, penting juga untuk menghindari berbagai kebiasaan yang berpotensi memperburuk kondisi rambut. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan meliputi:

Penggunaan produk berbahan keras

Penggunaan sampo, pewarna, dan produk penataan rambut yang tidak sesuai dapat menyebabkan rambut kering dan mudah patah.

Penggunaan alat panas berlebihan

Hair dryer bersuhu tinggi, catokan, dan pengeriting rambut dapat merusak batang rambut jika digunakan terlalu sering tanpa perlindungan panas.

Diet ekstrem

Pola makan yang terlalu ketat dan rendah kalori dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan rambut.

Stres berlebihan

Stres fisik maupun emosional dapat memicu kerontokan rambut pada sebagian orang.

Topik Menarik