Geger! Betrand Peto Layangkan Somasi ke Tim Sarwendah gegara Duit YouTube

Geger! Betrand Peto Layangkan Somasi ke Tim Sarwendah gegara Duit YouTube

Gaya Hidup | inews | Selasa, 3 November 2026 - 05:05
share

JAKARTA, iNews.id – Kabar mengejutkan datang dari penyanyi muda Betrand Peto. Putra sambung Ruben Onsu tersebut dikabarkan melayangkan somasi kepada salah seorang karyawan yang bekerja di bawah tim Sarwendah. 

Persoalan ini dipicu dugaan ketidakjelasan pengelolaan pendapatan YouTube dan akun PayPal miliknya yang disebut belum dipertanggungjawabkan selama berbulan-bulan.

Somasi pertama itu ditujukan kepada seorang pria berinisial AW yang diketahui bekerja sebagai juru kamera di bawah manajemen Sarwendah. 

Kuasa hukum Betrand Peto, Timothy Ezra Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi secara kekeluargaan. Namun, upaya itu disebut tidak mendapatkan respons positif.

"Hari ini sudah diterbitkan somasi terhadap inisial AW, terhadap tim dari SW (Sarwendah). Yang mana kita minta penjelasannya terkait dana PayPal, transparansi PayPal, dana subscribe daripada klien kami yang sampai detik ini belum ada transparansinya," ujar Ezra dalam konferensi pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026).

Persoalan ini rupanya bukan terjadi dalam waktu singkat. Menurut Ezra, pengelolaan email yang menaungi pencairan dana PayPal serta pendapatan akun YouTube Betrand selama ini berada di bawah tim tersebut. Namun, pihak Betrand mengaku belum menerima penjelasan maupun laporan pertanggungjawaban yang diminta sejak Mei hingga November 2026.

"Dan ini belum dikembalikan, belum ada penjelasan dari bulan Mei sampai dengan November sekarang. Dan kameramennya SW ini bekerja dengan SW. Kita sudah melakukan komunikasi secara baik-baik, tapi dari sananya si AW ini tidak menyambut dengan baik. Makanya kita lanjutkan somasi sekarang," tuturnya.

Klaim Kerugian Capai Rp50 Juta

Tak hanya mempersoalkan transparansi, pihak Betrand juga mengungkap perkiraan nominal dana yang hingga kini belum jelas pertanggungjawabannya. Berdasarkan audit internal cepat yang dilakukan manajemen Betrand, nilainya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Ezra menyebut angka sementara yang ditemukan dalam pemeriksaan tersebut mencapai Rp50 juta. Meski demikian, nominal itu masih berpotensi berkembang seiring proses penelusuran lebih lanjut.

"Sementara dalam audit cepat, ini sampai dengan Rp50 juta. Jangka waktu beberapa bulan. Nanti akan berkembang, intinya kita lakukan upaya dulu supaya enggak makin membesar," sambungnya.

Ketika ditanya apakah persoalan tersebut berpotensi berlanjut ke laporan dugaan penggelapan, Ezra tidak menutup kemungkinan itu. Namun, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada AW untuk menjelaskan pengelolaan pendapatan YouTube dan PayPal Betrand secara terbuka.

"Iya, ke arah sana (dugaan penggelapan). Cuma kita tidak bisa langsung statement karena kita minta penjelasannya, pertanggungjawabannya. Pengelolaan uang, pengelolaan subscribe, pengelolaan ini bagaimana? Itu kan di bawahnya daripada timnya SW," pungkasnya.

Kini, pihak Betrand memberikan tenggat waktu 7 x 24 jam kepada AW maupun tim Sarwendah untuk merespons somasi tersebut. Mereka meminta adanya transparansi serta laporan pertanggungjawaban terkait dana yang dipersoalkan.

Apabila tidak ada penjelasan dalam batas waktu tersebut, pihak Betrand membuka kemungkinan menempuh langkah hukum pidana.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, persoalan ini masih berada pada tahap somasi. Belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya penggelapan dana sebagaimana yang dikhawatirkan pihak Betrand.

Topik Menarik