10 Tersangka Laboratorium Sabu Blue Ice 1,2 Ton di Aceh Dibawa Bareskrim

10 Tersangka Laboratorium Sabu Blue Ice 1,2 Ton di Aceh Dibawa Bareskrim

Nasional | okezone | Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:05
share

JAKARTA - Sebanyak 10 tersangka kasus laboratorium pembuatan sabu Blue Ice seberat 1,2 ton di wilayah Aceh dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026), malam. Mereka memakai baju tahanan oranye dengan tangan berborgol dan mengenakan masker di wajahnya. 

"Kita sudah menetapkan perkaranya menjadi penyidikan dan sudah menetapkan sebanyak 10 orang tersangka," kata Kasubdit III Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain dalam jumpa pers, Selasa (27/10/2026). 

Ke-sepuluh tersangka itu adalah, LJ dan XM yang merupakan warga negara Cina. Keduanya berperan sebagai koki atau ahli kimia pengolahan sabu cair menjadi kristal. 

Kemudian, MY dan MZ yang berperan sebagai asisten koki untuk membantu mengolah dan mengemas sabu yang sudah selesai agar siap edar.

"Kemudian, AY berperan sebagai penyuplai logistik sekaligus menyiapkan lokasi clandestine lab agar siap beroperasi. Ini yang saya maksud tadi, dia menyamarkan dirinya bekerja sebagai bengkel, mempekerjakan si AK yang tadi menjadi saksi," ujar Zulkarnain. 

 

Lalu, RJ memiliki peran membeli dan memenuhi segala kelengkapan serta peralatan yang dibutuhkan untuk mengolah sabu cair. Kemudian, BS dan MN memiliki peran sebagai penjemput dan mengantarkan dua orang koki warga negara Cina dari Malaysia ke Aceh.

"Kemudian yang terakhir adalah RM dan RY memiliki peran menjemput di Bandara Sultan Iskandar Mahmud, Iskandar Muda Banda Aceh dan mengantarkannya ke lokasi tempat pembuatan sabu kristal tersebut," ucap Zulkarnain. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap laboratorium pembuatan sabu Blue Ice seberat 1,2 ton di wilayah Aceh. Pengungkapan ini merupakan joint operation antaran Polri, BNN dan Bea Cukai. 

"Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita. Tepuk tangan dulu, Bapak dan Ibu sekalian," kata Suyudi dalam jumpa pers, Jumat (23/10/2026).

Topik Menarik