Bukan Cuma Ular, Ini Hewan yang Bisa Memicu Gangguan Ginjal pada Anak

Bukan Cuma Ular, Ini Hewan yang Bisa Memicu Gangguan Ginjal pada Anak

Terkini | okezone | Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05
share

JAKARTA - Keberadaan hewan di sekitar lingkungan rumah kerap dianggap sebagai ancaman fisik biasa, seperti luka gigit atau gatal-gatal. Padahal, paparan toksin maupun bakteri yang dibawa oleh sejumlah hewan tertentu dapat memicu komplikasi kesehatan serius pada anak, salah satunya gangguan ginjal akut.

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi dalam unggahan di akun Instagramnya menjelaskan bahwa bahaya biologis (biologic hazard) dari berbagai jenis hewan ini bekerja melalui mekanisme yang berbeda-beda dalam merusak organ ginjal anak. Salah satu ancaman yang paling diwaspadai adalah gigitan ular berbisa, karena kandungan racun di dalamnya dapat langsung menyerang organ dalam.

“Bisa ular yang masuk ke tubuh anak mengandung toksin yang dapat memicu kerusakan ginjal dari berbagai mekanisme. Tingkat keparahan tergantung pada jenis ular, jumlah bisa yang masuk, serta kecepatan penanganan,” ungkap dr. Reza, dikutip Minggu (25/10/2026).

Selain ular, serangga penyengat seperti lebah dan tawon juga memegang risiko yang tak kalah besar. Efek racun dari sengatan serangga tersebut mampu menimbulkan respons imun berlebih hingga berdampak buruk pada fungsi ginjal anak.

“Sengatan lebah dan tawon juga mengandung toksin yang dapat memicu kerusakan gangguan ginjal akut berat baik karena efek langsung toksin maupun respon tubuh terhadap toksin. Semakin banyak sengatan lebah maka semakin parah potensi kerusakan ginjal yang terjadi,” tambahnya.

Nyamuk juga menjadi perantara penyakit yang patut diwaspadai para orang tua. Spesies Anopheles yang membawa parasit malaria falciparum dan nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD) dapat memicu komplikasi ginjal fatal apabila kondisi anak memburuk hingga mengalami dengue shock syndrome.

“Nyamuk Anopheles adalah pembawa parasit malaria dapat menyebabkan malaria berat hingga memicu gangguan ginjal akut berat terutama malaria falciparum. Selain malaria, nyamuk Aedes yang membawa virus dengue yang penyakit demam berdarah juga dapat memicu gangguan ginjal akut pada kondisi berat (dengue shock syndrome),” tutur dr. Reza. 

Ancaman lainnya datang dari gigitan kalajengking dan spesies laba-laba tertentu yang membawa toksin khusus. Meski kasus serangan kalajengking dan laba-laba cenderung lebih jarang ditemukan dibandingkan gigitan ular atau sengatan lebah, dampak racunnya terhadap kesehatan ginjal anak tetap tidak boleh diabaikan.

Tidak hanya dari racun gigitan atau sengatan, paparan bakteri dari hewan pengerat seperti tikus juga sangat berbahaya. Tikus menjadi perantara utama penyebaran bakteri Leptospira melalui genangan air yang terkontaminasi air seni hewan tersebut.

“Tikus merupakan hewan perantara pembawa bakteri Leptospira melalui air seninya pada genangan air yang dapat menyebabkan penyakit leptospirosis pada anak. Pada kondisi berat, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan ginjal akut pada anak,” pungkasnya.

Topik Menarik