JRF 2026 dan Konser Kanye West Dongkrak Ekonomi Jakarta Capai Rp625 Miliar
IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser rapper dunia Kanye West atau Ye bertajuk 'Ye Live in Jakarta 2026' menghasilkan dampak ekonomi mencapai Rp625 miliar bagi Ibu Kota Jakarta.
Angka tersebut berdasarkan perhitungan jajaran di bawah koordinasi Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Pramono merinci, JRF 2026 menyumbang sekitar Rp175 miliar. Sedangkan konser Kanye West memberikan kontribusi lebih besar dengan nilai mencapai Rp450 miliar.
“Jadi itulah yang terjadi dalam dua hari ini, Ye kurang lebih Rp450 miliar, kemudian Jakarta Running Festival Rp175 miliar, kalau dijumlahkan dijumlahkan kurang lebih Rp625 miliar,” ujarnya saat ditemui usai meresmikam Puskesmas Taman Sari, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Pramono mengatakan, dampak ekonomi JRF 2026 turut ditopang keterlibatan pelaku usaha dan berbagai merek dalam kegiatan race expo. Tercatat sebanyak 49 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta 130 brand lokal maupun internasional berpartisipasi dalam ajang tersebut.
"Hal ini mencakup ada 49 UMKM juga 130 tenant Race Expo. Jadi UMKM lokal dengan brand-nya tadi 130 kurang lebih separuh-separuh yang lokal maupun yang lalu dari luar," ujar Pramono.
Konser Kanye West mencatat kontribusi ekonomi sebesar Rp328 miliar dari penjualan tiket saja. Pramono menyebut peningkatan menjadi Rp450 miliar lantaran aktivitas pengunjung sebelum dan sesudah konser, termasuk wisatawan yang masih bertahan di Jakarta hingga sehari setelah acara berlangsung.
“Kemudian dari pelaksanaan, karena memang Ye memberikan dampak yang lebih karena ada yang sebelum maupun sesudah, bahkan sampai kemarin pun banyak yang masih bertahan di Jakarta, angkanya kurang lebih Rp450 miliar. Kalau dijumlahkan (JRF dan konser Ye) kurang lebih Rp625 miliar,” kata Pramono.
Meski begitu, Pramono memperkirakan nilai kontribusi ekonomi dari kedua kegiatan tersebut berpotensi melampaui Rp625 miliar. Menurutnya, sejumlah aktivitas masyarakat yang muncul selama penyelenggaraan acara belum seluruhnya tercakup dalam penghitungan.
“Saya pribadi meyakini pasti lebih dari ini. Karena aktivitas masyarakat kan tidak bisa semuanya dihitung, tetapi beberapa hal yang berkaitan dengan perhotelan, belanja di mal dan sebagainya yang bisa dihitung angkanya kurang lebih seperti itu,” katanya.
(Dhera Arizona)










