Bantah Ada LGBT, TNI AD Beri Tindakan Pembinaan kepada Anggotanya yang Viral

Bantah Ada LGBT, TNI AD Beri Tindakan Pembinaan kepada Anggotanya yang Viral

Nasional | okezone | Selasa, 9 Juni 2026 - 01:15
share

JAKARTA -  TNI AD membantah video viral yang menarasikan adanya seorang pria yang lolos menjadi anggota TNI. Video itu menampilkan sejumlah foto anggota TNI dengan teman prianya.

Sejumlah unggahan lain menampilkan momen kebersamaan keduanya yang membuat netizen menduga bahwa mereka adalah pasangan LGBT atau penyuka sesama jenis.

“TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi serta penelusuran jejak digital,” kata Kadispenad TNI, Brigjen Donny Pramono, dikutip Senin (8/6/2026).

Jenderal Kopassus ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan itu, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan menyimpang yang dilakukan anggota TNI tersebut.

“Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan romantis,”ujarnya.

“Hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan prajurit yang bersangkutan dalam perilaku LGBT sebagaimana yang dituduhkan dalam narasi yang beredar di media sosial,” lanjutnya.

Donny menuturkan, konten viral tersebut berasal dari unggahan seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan dengan prajurit TNI tersebut. Namun, unggahan itu berkembang menjadi spekulasi publik yang dinilai tidak sesuai fakta hasil pemeriksaan.

 

“Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana yang dituduhkan,” ungkapnya.

Donny menegaskan, TNI AD tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma yang dilakukan prajurit.

“Namun dalam kasus ini, hasil pendalaman tidak menemukan dasar yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terkait LGBT ataupun perbuatan asusila,”ujarnya.

“Meski demikian, pembinaan tetap akan dilakukan guna meningkatkan kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial,” pungkasnya.

Topik Menarik