Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter hingga 17 Mei 2026

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter hingga 17 Mei 2026

Nasional | okezone | Jum'at, 15 Mei 2026 - 10:22
share

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai 6 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia hingga 17 Mei 2026. 

1. Peringatan Dini BMKG

BMKG melaporkan, saat ini pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4-16 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin 5-25 knot. 

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, Laut Jawa dan Laut Arafuru,” demikian pernyataan BMKG dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

BMKG melanjutkan, kondisi tersebut dapat mengakibatkan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Pasifik utara Maluku, perairan Aceh Besar - Meulaboh, Laut Arafuru bagian barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Laut Arafuru bagian tengah, Perairan Barat Lampung, Laut Arafuru bagian timur, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Pasifik utara Papua, Selat Makassar bagian selatan. 

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia barat Kep Nias, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia barat Kep Mentawai, Samudra Hindia selatan NTB. 

“Sedangkan, gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara,” kata BMKG.

 

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m), dan kapal ferry (kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 m).

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” kata BMKG.

Topik Menarik