Usai Buka Baju dan Diduga Bakar Lahan, Anggota DPRD Mempawah Minta Maaf

Usai Buka Baju dan Diduga Bakar Lahan, Anggota DPRD Mempawah Minta Maaf

Nasional | inews | Rabu, 23 September 2026 - 12:01
share

MEMPAWAH, iNews.id - Video anggota DPRD Mempawah, Choirussaib, saat berada di lokasi lahan terbakar viral di media sosial. Dalam video tersebut, dia terlihat berada di area kebun sawit yang terbakar dan menyebut lahan itu akan kembali ditanami.

Polres Mempawah kemudian melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan alat bukti. Kini, kasus dugaan pembakaran lahan tersebut telah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Dalam video yang diunggah melalui akun Facebook miliknya, @Bang Choy Choirussaib NF, terlihat sejumlah pohon sawit di lokasi yang terbakar. Choirussaib bersama beberapa orang juga tampak membersihkan sisa-sisa material dari lahan tersebut.

Dalam salah satu video berdurasi 32 detik, Choirussaib menyebut sisa kayu dari lahan yang sebelumnya terbakar kembali dibakar agar lokasi menjadi bersih. Dia juga menyebut lahan tersebut akan ditanami sawit dan jagung.

Setelah video tersebut viral, Choirussaib menyampaikan permintaan maaf. Dia mengklarifikasi bahwa lahan tersebut merupakan miliknya dan sebelumnya telah terbakar.

"Saya ingin menanggapi vuideo saya yang viral, Saya minta maaf sudah buat kegaduhan," ujarnya dikutip Rabu (23/9/2026).

"Memang benar itu di lahan saya. Sejak 1 September lalu lahan itu sudah terbakar lalu ada sisa kayu saya kumpulkan, bersihkan dan bakar pada 17 September atau 4 hari lalu," katanya lagi.

Menurutnya, yang dia bakar hanya sisa kayu dari bekas lahan terbakar sebelumnya.

"Intinya saya hanya bakar tumpukan kayu dari bekas kebakaran sebelumnya. Lahan saya itu sudah terbakar seluruhnya, jadi tidak ada merembet ke mana-mana.

"Dan perlu diketahui, sebenarnya yang membakar teman saya. Saya hanya iseng buat video, itulah kesalahan saya sehingga video itu viral. Sekali lagi saya mohon maaf," ujarnya.

Sementara itu, Polres Mempawah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan untuk mengetahui kondisi lokasi secara langsung. Olah TKP dilakukan Satreskrim Polres Mempawah bersama Polsek Mempawah Hilir dan Tim Inafis.

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, tim juga melibatkan Laboratorium Forensik dalam proses pemeriksaan lokasi. Polisi mengumpulkan berbagai bukti untuk memastikan fakta terkait aktivitas pembakaran tersebut.

"Untuk memastikan fakta yang sebenarnya, kami melakukan olah TKP terlebih dahulu. Kami ingin melihat langsung kondisi lokasi dan mengumpulkan bukti yang ada, termasuk saksi maupun keterangan lain yang diperlukan," ujarnya.

Menurut Ade Chandra, video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi polisi. Namun, penyidik tetap melakukan pemeriksaan lapangan dan mengumpulkan bukti lain sebelum menentukan fakta perkara.

“Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami di lapangan. Semua harus berdasarkan fakta dan bukti,” katanya.

Polisi juga memeriksa sejumlah pihak serta mengumpulkan dokumentasi dan alat bukti pendukung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa pembakaran lahan.

Ade Chandra menegaskan proses hukum dilakukan berdasarkan fakta yang ditemukan selama penyidikan. Pihaknya juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai.

“Kami akan bekerja secara profesional dan sesuai prosedur, serta akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Dalam perkembangan terbaru, pihak DPRD Mempawah disebut bersikap kooperatif dengan menyerahkan Choirussaib untuk menjalani pemeriksaan.

"DPRD Mempawah kooperatif dan membawa yang bersangkutan kepada kami untuk diperiksa," katanya.

Setelah serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti, polisi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

"Statusnya sudah kami naikkan dari penyelidikan ke penyidikan," ucapnya.

Polres Mempawah masih melanjutkan proses penyidikan untuk mengungkap secara lengkap fakta dan rangkaian peristiwa terkait dugaan pembakaran lahan tersebut.

Topik Menarik