Miris! 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026

Miris! 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026

Nasional | okezone | Rabu, 20 Mei 2026 - 10:03
share

JAKARTA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menyusun penguatan strategi untuk mengantisipasi ancaman ekstremisme, berbasis kekerasan dan terorisme yang terus berevolusi di era digital serta menyasar generasi muda.

“Kelompok ekstrem memanfaatkan ruang digital untuk proses rekrutmen, grooming, propaganda, hingga normalisasi kekerasan kepada kelompok usia muda yang rentan,” kata Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, Rabu (20/5/2026).

Mayndra menyebut, perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengubah pola penyebaran paham ekstremisme. Para pelaku tidak lagi hanya bergerak melalui jaringan ideologis konvensional.

“Kini berkembang ke bentuk-bentuk baru seperti non coherent extremism dan nihilistic violent extremism yang memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga permainan daring sebagai medium penyebaran pengaruh kekerasan,” ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 132 anak terpapar radikalisme serta 115 anak terpapar paham kekerasan yang telah mendapatkan intervensi bersama antara Densus 88 AT Polri, jajaran Polda, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

“Sebagian kasus teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community (TCC) yang dinilai berpotensi mendorong eskalasi menuju aksi kekerasan nyata,” ucapnya.

 

Dalam Rakernis tersebut turut disoroti tantangan baru berupa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh kelompok ekstrem untuk melakukan radikalisasi otomatis, penyebaran salad bar ideology, serta gamifikasi kekerasan melalui platform daring yang menyasar kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Menindaklanjuti arahan tersebut, Densus 88 AT Polri akan terus memperkuat kapasitas intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi dinamika ancaman di ruang siber yang berkembang sangat cepat,” kata Mayndra.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Densus 88 AT Polri yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan nasional dengan mempertahankan nihil aksi teror selama hampir tiga tahun terakhir serta optimalisasi kesiapsiagaan nasional melalui kontinjensi Aman Nusa III.

“Capaian tersebut dinilai turut meningkatkan kepercayaan publik, menjaga stabilitas investasi, dan mendukung berbagai agenda strategis nasional maupun internasional,” tutupnya.

Topik Menarik