Hujan Mulai Turun, Warga Jaktim Diminta Waspadai Demam Berdarah

Hujan Mulai Turun, Warga Jaktim Diminta Waspadai Demam Berdarah

Terkini | inews | Rabu, 4 November 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Warga Jakarta Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) seiring mulai meningkatnya intensitas hujan. Genangan air yang muncul akibat hujan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy mengatakan, pencegahan DBD harus dilakukan secara konsisten melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) minimal dua kali dalam sepekan.

Selain itu, setiap kawasan diharapkan memiliki juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri untuk memastikan tidak ada tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan tempat tinggal.

"Cuaca sudah mulai sering turun hujan. Tentunya kita harus sama-sama melakukan pencegahan dan pengendalian agar kasus DBD tidak naik lagi," ujarnya, dikutip dari keterangan Pemprov Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat diperlukan agar pemberantasan sarang dan jentik nyamuk dapat berjalan optimal hingga tingkat rumah tangga.

"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam mencegah penyebaran DBD," katanya.

Arief menuturkan, sejumlah langkah pencegahan terus digencarkan, di antaranya program Satu Rumah Satu Jumantik, PSN 3M Plus, serta berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, program Kampung Bebas Jentik diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mendorong keterlibatan masyarakat memberantas sarang nyamuk.

Arief memaparkan, selama periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat lima kasus kematian akibat DBD di Jakarta Timur. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar lebih teliti memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menampung air, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, mulai dari tanah kosong, pekarangan rumah, ember penampung air pendingin ruangan (AC), tempat pakan ternak, dispenser, hingga wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

"Melalui kepedulian, termasuk dengan melakukan PSN secara rutin, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mencegah peningkatan kasus DBD selama musim hujan," katanya.

Topik Menarik