Informasi Pribadi 168 Pejabat Korsel Bocor dan Disebar, Termasuk Presiden dan Menteri
SEOUL - Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengadakan rapat darurat pada Selasa (3/11/2026) setelah informasi pribadi milik Presiden Lee Jae-myung dan 167 orang lainnya yang mendampinginya dalam perjalanan ke luar negeri bocor secara daring, lapor Kantor Berita Yonhap.
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan, Lim Kwang-hyun, tersebut digelar menyusul laporan bahwa sebuah berkas berisi data pribadi rombongan kepresidenan telah diunggah ke situs web yang dapat diakses publik pada bulan Juni lalu.
Informasi yang bocor tersebut dilaporkan mencakup tanggal lahir dan nomor paspor.
Mereka yang terdampak termasuk ibu negara, para pembantu senior presiden, menteri pemerintah, pejabat keamanan, dan jurnalis.
Lee menjabat pada bulan Juni setelah pemilihan presiden sela yang dipicu oleh pelengseran mantan Presiden Yoon Suk-yeol, menyusul deklarasi darurat militer yang sempat ia berlakukan pada Desember 2024.
Lim menyebut kebocoran ini sebagai "insiden serius" dan memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui cakupan kebocoran, potensi kerugian yang ditimbulkan, serta pihak yang bertanggung jawab.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Park Doo-soon, mengatakan bahwa pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan teknis terhadap komputer dan akun surel yang terkait dengan perjalanan pada bulan Juni tersebut.
Kementerian telah memastikan penghapusan informasi yang bocor dari situs web tersebut dan kini tengah memeriksa kemungkinan adanya kebocoran lebih lanjut. Pihak berwenang juga sedang mengurus penggantian paspor bagi semua pihak yang terdampak, termasuk presiden dan ibu negara.
Park menyatakan bahwa insiden ini diselidiki sebagai kasus kebocoran data, bukan peretasan, seraya menambahkan bahwa dokumen yang berkaitan dengan perjalanan luar negeri presiden bersifat rahasia.









