Kabur ke AS Setelah Kalah Pilpres, Flavio Bolsonaro Deklarasi Pemimpin Brasil yang Baru

Kabur ke AS Setelah Kalah Pilpres, Flavio Bolsonaro Deklarasi Pemimpin Brasil yang Baru

Terkini | inews | Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:37
share

BOGOTA, iNews.id - Calon presiden Brasil, Flavio Bolsonaro, kabur ke Amerika Serikat (AS) setelah kekalahannya dalam pilpres pada Minggu (25/10/2026). Putra mantan Presiden Jair Bolsonaro itu kalah dari calon petahana, Luiz Inacio Lula da Silva.

Setibanya di AS, Flavio merilis surat di media sosial yang menyebut dirinya sebagai "pemimpin" Brasil. Dia bertekad untuk memimpin oposisi melawan Presiden Lula da Silva dari pengasingan di AS. Ini merupakan pernyataan publik pertamanya sejak melarikan diri dari Brasil, tindakan yang melanggar pencegahan yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung.

Menjelaskan kepergiannya yang mendadak, Bolsonaro mengatakan dia menghadapi politisasi sistem peradilan di Brasil, yang mendorongnya untuk membawa keluarganya ke AS.

"Tidak ada surat perintah penangkapan terhadap saya karena saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Apa yang terjadi saat ini adalah perburuan politik, upaya untuk menjadikan saya sandera atau alat pemerasan guna melindungi hakim-hakim Mahkamah Agung yang korup dari pemakzulan," ujarnya.

Senator berusia 45 tahun itu tiba di Miami, Florida, Rabu pagi menggunakan pesawat jet pribadi, setelah sebelumnya melintasi perbatasan darat menuju Argentina secara diam-diam. Kedatangannya terjadi kurang dari 72 jam setelah dia kalah dalam pilpres putaran kedua melawan Lula, dengan selisih tipis, 51,76 berbanding 48,24 persen.

Berbicara kepada para pendukungnya dari Florida, kandidat dari Partai Liberal (PL) itu secara tegas menolak hasil penghitungan suara resmi yang disahkan oleh Mahkamah Pemilihan Umum (TSE) Brasil.

"Pada Minggu malam, dengan perasaan ngeri, saya menyaksikan kecurangan pemilu terjadi tepat di depan mata saya," katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (29/10/2026).

Meski mengeklaim adanya manipulasi besar-besaran selama penghitungan suara, Flavio tidak bisa memberikan bukti fisik maupun dokumentasi konkret untuk mendukung pernyataannya.

Kepergiannya menyusul ketegangan dramatis dengan pengadilan tertinggi di Brasília. Pada Senin, Hakim Mahkamah Agung Federal (STF) Alexandre de Moraes memberinya waktu 24 jam untuk menyerahkan paspor, di tengah penyelidikan terkait pencucian uang dan penipuan keuangan yang dikaitkan dengan platform taruhan digital.

Alih-alih mematuhi perintah tersebut, yang kemudian menyebabkan Kepolisian Federal membatalkan paspornya, Flavio menyeberang ke Provinsi Misiones, Argentina, menggunakan kartu identitas nasional, sebelum menaiki pesawat sewaan menuju Miami.

"Saya tidak melarikan diri dari Brasil. Saya pergi demi kepentingan Brasil. Saya meninggalkan situasi yang tidak normal ini agar saya bisa menjadi pemimpin yang layak bagi rakyat saya," ujarnya.

Flavio juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan rakyat AS karena telah menyambutnya, setelah Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi akan memberikan visa masuk kepada sang senator beserta keluarga inti.

Topik Menarik