Vaksin HPV Bakal Gratis untuk Perempuan Dewasa pada 2027? Ini Kata Kemenkes!
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana memperluas program imunisasi human papillomavirus (HPV) gratis untuk perempuan dewasa pada 2027. Kelompok usia 21–25 tahun menjadi sasaran yang tengah dipertimbangkan pemerintah dalam rencana tersebut.
Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Indri Yogyaswari, mengatakan perluasan program vaksinasi HPV ke kelompok usia dewasa telah masuk dalam perencanaan pemerintah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu pembahasan lebih lanjut, termasuk terkait anggaran dan kesiapan sumber daya.
"Dari sisi program, di dalam rencana strategis kami memang akan ada perluasan imunisasi human papillomavirus pada kelompok yang sudah lebih dewasa, perempuannya lebih dewasa," ujar Indri dalam temu media yang diinisiasi RCCE Indonesia dengan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Kamis (29/10/2026).
Dia menyebut program tersebut kemungkinan mulai dijalankan pada 2027 dengan menyasar perempuan berusia 21–25 tahun. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan secara final bentuk dan mekanisme pelaksanaannya.
"Kalau semua sudah oke, disetujui oleh Kementerian Keuangan maupun Bappenas, tahun depan kita akan menyasar pada usia yang lebih dewasa, 21–25," katanya.
Indri menjelaskan, Kemenkes masih memperjuangkan rencana tersebut agar dapat direalisasikan. Pemerintah juga perlu menghitung kebutuhan sumber daya, mulai dari kapasitas layanan, logistik vaksin, hingga tenaga kesehatan yang akan menjalankan program.
Karena itu, rencana vaksinasi HPV gratis untuk perempuan dewasa pada 2027 belum dapat dipastikan sebelum seluruh tahapan perencanaan dan persetujuan selesai.
Vaksin Akan Didistribusikan melalui Fasilitas Kesehatan Pemerintah
Indri menjelaskan, apabila program tersebut disetujui, distribusi vaksin direncanakan menggunakan jalur pemerintah. Vaksin akan disalurkan dari pemerintah pusat ke dinas kesehatan, kemudian diteruskan ke puskesmas atau posyandu sesuai mekanisme yang nantinya ditetapkan.
Dengan skema tersebut, program direncanakan menjadi bagian dari layanan imunisasi pemerintah. Namun, Kemenkes masih mematangkan strategi pelaksanaannya sebelum mengumumkan ketentuan resmi kepada masyarakat.
Rencana ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena program imunisasi untuk kelompok dewasa membutuhkan pola pelaksanaan yang berbeda dari imunisasi anak.
Indri mengakui, hingga saat ini pemerintah masih perlu mengembangkan pola pelaksanaan yang sesuai untuk program imunisasi dewasa.
Mengapa Vaksin HPV Penting bagi Perempuan Dewasa?
Vaksin HPV merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi human papillomavirus, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker serviks.
HPV terdiri atas banyak tipe. Sebagian tipe berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel yang berkembang menjadi kanker serviks apabila infeksi menetap dan tidak ditangani.
Pemberian vaksin HPV paling optimal dilakukan sebelum seseorang terpapar virus. Karena itu, vaksinasi sejak usia anak dan remaja menjadi bagian penting dari upaya pencegahan jangka panjang.
Meski demikian, vaksinasi pada usia dewasa juga dapat memberikan manfaat bagi orang yang belum mendapatkan vaksin sebelumnya, bergantung pada usia, riwayat vaksinasi, dan rekomendasi medis yang berlaku.
Rencana perluasan program Kemenkes diharapkan dapat membuka akses pencegahan yang lebih luas bagi perempuan dewasa. Namun, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai kepastian pelaksanaan, kelompok penerima, serta mekanisme memperoleh vaksin gratis pada 2027.









