Netanyahu Blak-blakan: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu blak-blakan, Amerika Serikat (AS) akan mengakhiri bantuan militernya terhadap Israel. Oleh karena itu, kata dia, Israel harus bersiap menghadapi kondisi tersebut, kehilangan bantuan senilai puluhan miliar dolar AS.
Menurut Netanyahu, berakhirnya bantuan militer AS hanya masalah waktu.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10, dia juga memerintahkan jajarannya untuk bersiap menghadapi potensi sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza.
“Jika Anda berpikir kita akan terus menerima apa yang telah saya amankan dua kali, dan itu adalah puluhan miliar dolar bantuan Amerika untuk anggaran pertahanan, persiapkan diri Anda dan membiasakan diri menghadapi kenyataan bahwa itu tidak akan terjadi, karena Amerika telah berubah,” katanya, dalam wawancara.
Pernyataan Netanyahu tersebut tampaknya merujuk pada meningkatnya penentangan dari kalangan politik AS terkait bantuan militer untuk Israel terkait dengan perang genosida di Jalur Gaza.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Timnas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
“Ini sudah berakhir, dan akan berakhir. Ini hanya masalah waktu,” ujarnya, menegaskan.
Netanyahu tidak memberikan tanggal berakhirnya bantuan tersebut serta tidak mengumumkan keputusan resmi AS, melainkan hanya menyerukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan itu.
Mengenai potensi sanksi terhadap Israel, Netanyahu mengatakan pemerintah harus mengembangkan ekonomi dan keuangan alternatif.
“Anda harus memahami bahwa mungkin ada sanksi, termasuk sanksi perbankan. Anda harus mempersiapkan ekonomi yang dapat mengatasi sanksi tersebut,” ujarnya.
Saat ditanya apakah rantai pasok bisa menjadi alternatif untuk mengatasi sanksi ekonomi, Netanyahu menjawab, “Iya, itu salah satu caranya. Saya sudah meminta rencana untuk mempersiapkannya.”
Sementara itu kubu oposisi mendesak penggantian pemerintahan Netanyahu. Pemimpin partai oposisi, Partai Demokrat, Yair Golan, berpendapat untuk mencegah sanksi ekonomi terhadap Israel adalah memberantas anggapan “terorisme Yahudi” yang telah merusak reputasi Israel di kancah internasional.
Selain itu dia juga menjaga mengusulkan aliansi strategis serta yang paling penting menggulingkan pemerintahan Netanyahu melalui pemilu pada pekan depan.
Golan menyerukan pemerintahan baru tanpa Netanyahu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, dan pemimpin partai Shas, Aryeh Deri.
Berdasarkan pakta yang ditandatangani Israel-AS pada 2016, Israel menerima bantuan militer senilai 38 miliar dolar selama periode 10 tahun yang akan berakhir pada 2028.
Netanyahu sebelumnya menyerukan pengurangan ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS serta penguatan industri pertahanan dalam negeri.









