6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp2.326 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Kekayaan enam orang terkaya di dunia menyusut sekitar 130 miliar dolar AS atau setara Rp2.326 triliun dalam perdagangan Kamis (22/10/2026). Penurunan tersebut terjadi ketika saham-saham teknologi berguguran akibat kekhawatiran investor terhadap keuntungan dari investasi besar-besaran perusahaan dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Melansir Forbes, enam miliarder yang terdampak di antaranya Elon Musk, Jeff Bezos, Larry Page, Sergey Brin, Michael Dell, dan Mark Zuckerberg. Saham Tesla, SpaceX, Amazon, Google, Dell Technologies, dan Meta kompak melemah di tengah aksi jual sektor teknologi.
Musk mencatat penurunan kekayaan terbesar. Nilai kekayaannya dilaporkan menyusut sekitar 74 miliar dolar AS atau setara Rp1.338 triliun (Rp18.089 per dolar AS) menjadi 914,7 miliar dolar AS atau setara Rp16.553 triliun, seiring penurunan saham SpaceX hampir 9 persen.
Penurunan itu terjadi meski SpaceX melaporkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 161 persen. Investor masih mencermati kesenjangan arus kas sekitar 35 miliar dolar AS serta konfirmasi Musk bahwa perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan kemungkinan merger dengan Tesla.
Saham Tesla juga melemah sekitar 2 persen pada Kamis sore. Padahal, perusahaan kendaraan listrik itu mengejutkan pasar dengan mencatat arus kas bebas sebesar 1,5 miliar dolar AS pada kuartal III 2026.
Namun, Tesla merevisi proyeksi belanja modal sepanjang tahun menjadi 20 miliar dolar AS, dari sebelumnya lebih dari 25 miliar dolar AS. Perubahan tersebut memicu kekhawatiran investor mengenai kecepatan pengembangan proyek AI dan robotika perusahaan.
Sementara itu, Jeff Bezos kehilangan sekitar 11 miliar dolar AS atau setara Rp198 triliun setelah saham Amazon turun hampir 5 persen. Bezos menempati posisi kedua dalam daftar orang terkaya versi Forbes.
Pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin juga kehilangan gabungan sekitar 15 miliar dolar AS atau setara Rp271,33 triliun setelah saham perusahaan tersebut turun lebih dari 3 persen. Keduanya masing-masing berada di posisi ketiga dan keempat dalam daftar tersebut.
Michael Dell, yang menempati posisi kelima orang terkaya dunia, kehilangan sekitar 12 miliar dolar AS atau setara Rp217 triliun ketika saham Dell Technologies anjlok 7 persen. Adapun, kekayaan Mark Zuckerberg menyusut sekitar 18 miliar dolar AS atau setara Rp325 triliun setelah saham Meta turun 8 persen.
Kekhawatiran investor menguat setelah Meta dan Tesla merilis laporan keuangan kuartal III pada hari Rabu. Kedua perusahaan memberikan gambaran berbeda mengenai investasi teknologi, tetapi sama-sama memicu pertanyaan tentang arah pengembangan AI.
Meta melaporkan kenaikan pendapatan tahunan sebesar 26 persen dan menggelontorkan 34,9 miliar dolar AS untuk belanja modal selama kuartal III. Perusahaan juga mempersempit kisaran rencana belanja modalnya, sehingga investor semakin mempertanyakan potensi keuntungan dari investasi AI yang sangat besar.
Sebaliknya, Tesla mengejutkan pasar dengan mencatat arus kas bebas positif sebesar 1,5 miliar dolar AS. Sebelumnya, analis memperkirakan perusahaan akan mengalami pembakaran kas sebesar 4,9 miliar dolar AS.
Meski demikian, pemangkasan proyeksi belanja modal Tesla justru memunculkan kekhawatiran bahwa pengembangan proyek AI dan robotikanya mungkin berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Berdasarkan estimasi Forbes, kekayaan Musk tercatat sebesar 917,6 miliar dolar AS. Angka tersebut turun tajam dibandingkan sehari sebelumnya, ketika dia sempat kembali menyandang status triliuner.
Pada waktu yang sama, Bezos diperkirakan memiliki kekayaan 370,4 miliar dolar AS atau setara Rp6.700 triliun. Page tercatat memiliki pundi-pundi sebesar 266,9 miliar dolar AS atau setara Rp4.827 triliun, disusul Brin dengan 245,7 miliar dolar AS setara Rp4.444 triliun.
Sementara itu, kekayaan Dell diperkirakan mencapai 236,6 miliar dolar AS atau setara Rp4.279 triliun dan Zuckerberg sebesar 221,5 miliar dolar AS atau setara Rp4.000 triliun.
Meski mengalami penurunan besar, keenam miliarder tersebut masih memiliki kekayaan ratusan miliar dolar AS. Gejolak pasar kali ini menyoroti bagaimana ekspektasi terhadap keuntungan investasi AI dapat memengaruhi valuasi perusahaan teknologi dan kekayaan para pendirinya.









