KAI Kebut Penataan Kawasan Stasiun Karet-Sudirman Baru
IDXChannnel - KAI mempercepat penataan fasilitas dan akses di sekitar Karet dan Sudirman Baru agar pergerakan pelanggan serta akses menuju transportasi lanjutan semakin tertata.
Pengalihan layanan KRL dari Stasiun Karet ke Sudirman Baru sejak 1 September 2026 menjadi bagian dari penataan perjalanan di kawasan tersebut.
"Perubahan pola perjalanan perlu diikuti penataan akses. Kami ingin pelanggan dapat bergerak dengan lebih mudah di kawasan Karet dan Sudirman Baru," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba pada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, saat ini beberapa bagian struktur bawah telah selesai, sementara pemasangan struktur baja telah dilakukan di sejumlah bagian. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan dan penyediaan fasilitas pendukung bagi pelanggan setelah pengalihan layanan.
Dia menerangkan, data KAI menunjukkan aktivitas pelanggan di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian dalam penataan akses. Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang selama Januari–Agustus 2026, sebelum pengalihan layanan.
"Sementara itu, Stasiun Sudirman Baru mencatat 2.439.757 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang sepanjang Januari–September 2026. Kedua angka memiliki cakupan periode berbeda mengikuti perubahan layanan, sehingga tidak digunakan sebagai perbandingan pertumbuhan kedua stasiun," tututnya
Khusus September 2026, kata dia, aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang KRL di Sudirman Baru mencapai 646.411, meningkat dibandingkan 190.060 aktivitas pada Agustus. Perubahan ini sejalan dengan pengalihan layanan dari Karet, yang membuat aktivitas pelanggan tercatat di lokasi layanan yang berbeda.
"Fasilitas yang disiapkan mencakup satu travelator datar sepanjang 20 meter dan dua travelator vertikal. Penataan kawasan juga meliputi koridor pejalan kaki, lanskap, area penurunan penumpang kendaraan lanjutan, eskalator akses, serta kanopi selasar. Pekerjaan kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)









