Daftar 10 Orang Terkaya di Asia 2026, Ada Pengusaha asal Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Sejumlah pengusaha menempati posisi 10 teratas dalam daftar orang terkaya di Asia tahun 2026. Mereka membangun kekayaan dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, energi, perdagangan, hingga industri ritel.
India dan China menjadi dua negara dengan populasi miliarder terbesar di Asia. Sementara, pengusaha dari Jepang, Hong Kong, dan Indonesia juga masuk dalam jajaran orang terkaya di kawasan ini.
Mengacu pada materi pemeringkatan yang dikaitkan dengan Forbes dan Indeks Miliarder Bloomberg, kekayaan para miliarder Asia dapat berubah seiring pergerakan harga saham dan nilai aset yang mereka miliki.
Namun, daftar yang menjadi sumber artikel ini tidak mencantumkan angka kekayaan dan tanggal pemeringkatan secara spesifik.
Berikut 10 pengusaha yang tercantum dalam daftar orang terkaya di Asia 2026 dilansir dari laman LiteFinance:
1. Zhang Yiming (84 miliar dolar AS atau setara Rp1,5 kuadriliun)
Jay Idzes Cedera saat Sassuolo Menang Dramatis 3-2 atas Juventus di Liga Italia 2026-2027!
Zhang Yiming merupakan pendiri ByteDance, perusahaan teknologi China yang menaungi TikTok. Dia membangun kekayaannya melalui pengembangan platform digital yang memiliki jangkauan pengguna global.
ByteDance awalnya dikenal melalui Toutiao, platform berita dan konten digital, sebelum berkembang menjadi perusahaan teknologi berskala internasional. TikTok kemudian menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia.
2. Mukesh Ambani (78,8 kuadriliun atau setara Rp1,4 kuadriliun)
Mukesh Ambani merupakan pemimpin Reliance Industries, perusahaan yang didirikan ayahnya, Dhirubhai Ambani. Bisnis Reliance awalnya berfokus pada tekstil dan petrokimia sebelum berkembang ke sektor energi, telekomunikasi, serta ritel.
Keluarga Ambani juga dikenal sebagai salah satu keluarga terkaya di Asia. Setelah Dhirubhai meninggal dunia, bisnis keluarga dibagi antara Mukesh dan adiknya, Anil Ambani. Mukesh kemudian memperluas bisnis yang berada di bawah kendalinya.
3. Gautam Adani (75 miliar dolar AS atau setara Rp1,3 kuadriliun)
Gautam Adani merupakan pendiri sekaligus Ketua Adani Group, konglomerasi besar India yang bergerak di sektor pelabuhan, bandara, energi, semen, dan infrastruktur.
Adani memulai karier di perdagangan berlian di Mumbai sebelum merambah bisnis komoditas, impor, dan infrastruktur. Dia kemudian mengembangkan usahanya menjadi kelompok bisnis besar yang mengelola jaringan pelabuhan swasta serta sejumlah bandara utama di India.
4. Tadashi Yanai (64 miliar dolar AS atau setara Rp1,14 kuadriliun)
Tadashi Yanai merupakan pendiri sekaligus CEO Fast Retailing, perusahaan induk merek pakaian global Uniqlo. Pengusaha asal Jepang ini membangun bisnis ritel yang berkembang dari satu toko di Hiroshima menjadi jaringan internasional dengan ribuan gerai.
Fast Retailing mengandalkan strategi produk yang mengutamakan fungsi, kualitas, dan desain minimalis. Pendekatan tersebut membantu Uniqlo bersaing di pasar pakaian global.
5. Zhong Shanshan (60,7 miliar dolar AS atau setara Rp1,08 kuadriliun)
Zhong Shanshan merupakan pengusaha China yang membangun kekayaannya terutama melalui industri air minum dalam kemasan. Perusahaannya, Nongfu Spring, berkembang menjadi salah satu produsen air minum dan minuman nonalkohol terbesar di China.
Sebelum terjun ke dunia bisnis, Zhong pernah bekerja sebagai jurnalis. Kekayaannya meningkat setelah Nongfu Spring melantai di bursa pada 2020.
Selain memiliki saham di perusahaan tersebut, Zhong juga mempunyai kepemilikan signifikan di perusahaan farmasi Beijing Wantai Biological Pharmacy.
6. Li Ka-shing (48,7 miliar dolar AS atau setara Rp871,24 triliun)
Li Ka-shing merupakan salah satu pengusaha terkemuka dari Hong Kong. Kekayaannya berasal dari berbagai bisnis, termasuk infrastruktur pelabuhan, ritel, telekomunikasi, dan investasi melalui kelompok usaha CK Hutchison Holdings.
Li mulai bekerja ketika masih remaja sebelum memasuki industri manufaktur plastik. Usaha awalnya berkembang menjadi fondasi kerajaan bisnis yang kemudian merambah sektor properti, perdagangan, infrastruktur, dan berbagai industri lainnya.
Bisnis CK Hutchison kini memiliki aset di Asia, Eropa, dan sejumlah kawasan lain. Selain dikenal sebagai pengusaha, Li juga aktif dalam kegiatan filantropi melalui Li Ka Shing Foundation yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan penelitian ilmiah.
7. Ma Huateng (45,9 miliar dolar AS atau setara Rp821,15 triliun)
Ma Huateng, yang juga dikenal sebagai Pony Ma, merupakan pendiri Tencent Holdings, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.
Tencent mengembangkan WeChat, aplikasi serbaguna yang digunakan masyarakat China untuk berkirim pesan, melakukan pembayaran digital, membangun jejaring sosial, dan mengakses berbagai layanan daring.
Perusahaan ini juga memiliki bisnis gim berskala besar serta saham di sejumlah studio pengembang gim. Beberapa judul populer yang terkait dengan Tencent antara lain Honor of Kings dan League of Legends, yang dikembangkan Riot Games, perusahaan milik Tencent.
8. Colin Huang (39,1 miliar dolar AS atau setara Rp699,49 triliun)
Colin Huang merupakan pendiri PDD Holdings, perusahaan induk platform perdagangan elektronik Pinduoduo dan Temu. Kekayaannya berkembang seiring pertumbuhan bisnis e-commerce yang menyasar konsumen dengan harga produk kompetitif.
Pinduoduo awalnya berfokus pada sistem belanja berkelompok dan produk berharga terjangkau. Platform tersebut kemudian tumbuh menjadi salah satu pemain besar e-commerce di China, bersaing dengan Alibaba dan JD.com.
Huang telah mengurangi keterlibatannya dalam pengelolaan operasional sehari-hari, tetapi tetap memiliki kepemilikan saham yang signifikan di perusahaan tersebut.
9. Jack Ma (26,2 miliar dolar AS atau setara Rp468 triliun)
Jack Ma merupakan salah satu pengusaha paling dikenal dari China sekaligus salah satu pendiri Alibaba, perusahaan yang berkembang menjadi pemain besar dalam perdagangan elektronik global.
Sebelum menjadi pengusaha, Jack Ma bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Dia kemudian melihat peluang internet untuk mengubah perdagangan di China dan membangun bisnis digital yang berkembang pesat.
Alibaba kini memiliki berbagai lini bisnis, termasuk marketplace e-commerce, komputasi awan, logistik, dan layanan digital lainnya. Penawaran saham perdana atau IPO Alibaba pada 2014 menghimpun dana 25 miliar dolar AS dan menjadi IPO terbesar di dunia pada saat itu.
10. Prajogo Pangestu (17,5 miliar dolar AS atau setara Rp313 triliun)
Prajogo Pangestu merupakan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Kekayaannya terutama berasal dari kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia, energi, dan panas bumi.
Prajogo memulai karier di industri kehutanan sebelum mendirikan Barito Pacific. Kelompok usaha tersebut kemudian berkembang dan memperluas bisnis ke sektor petrokimia serta energi.
Sebagian besar kekayaannya berkaitan dengan kepemilikan saham di perusahaan terbuka, termasuk Barito Renewables Energy dan Chandra Asri. Pengembangan energi panas bumi juga menjadi salah satu bidang penting dalam portofolio bisnisnya.










