KM Virgo Kecelakaan di Laut Jawa, DPR: Alarm Evaluasi Sistem Keselamatan!

KM Virgo Kecelakaan di Laut Jawa, DPR: Alarm Evaluasi Sistem Keselamatan!

Terkini | inews | Senin, 14 September 2026 - 07:07
share

JAKARTA, iNews.id - Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026), menjadi sorotan. Anggota Komisi V DPR RI Hamid Noor Yasin meminta sistem keselamatan pelayaran dievaluasi menyusul sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi sepanjang 2026.

Hamid menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam insiden tersebut. Menurut dia, kecelakaan KM Virgo tidak seharusnya dipandang sebagai kejadian tunggal karena sebelumnya terdapat sejumlah insiden pelayaran lain pada 2026.

Beberapa di antaranya, yakni kebakaran KMP Aceh Hebat 2, tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, dan kebakaran KM Mutiara Sentosa 2.

“Ini bukan kejadian pertama. Rentetan kecelakaan pelayaran dalam satu tahun harus menjadi alarm untuk mengevaluasi sistem keselamatan kita. Jangan setiap kejadian dilihat sebagai kasus yang berdiri sendiri,” ujar Hamid dalam keterangannya yang dikutip, Senin (14/9/2026).

Menurut Hamid, investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya menyasar satu faktor, tetapi seluruh rantai keselamatan pelayaran.

Hal yang perlu diperiksa mencakup kelaiklautan kapal, pemeriksaan sebelum keberangkatan, kondisi cuaca, kesiapan awak dan alat keselamatan, kesesuaian manifes, hingga prosedur evakuasi.

“Jangan berhenti pada faktor cuaca. Yang harus kita pastikan adalah apakah sistem keselamatan sudah bekerja dan apakah risiko sudah diantisipasi sebelum kapal berlayar,” katanya.

Hamid turut menyoroti instruksi Kementerian Perhubungan pada 11 September untuk memperkuat keselamatan seluruh moda transportasi di Jawa Timur. Instruksi tersebut mencakup pemeriksaan kelaikan kapal serta pengawasan terhadap operator.

“Artinya, kebijakan keselamatan sudah ada. Sekarang yang harus dipastikan adalah pelaksanaannya di lapangan. Jangan sampai standar keselamatan hanya kuat di atas kertas,” ujarnya.

Dia pun meminta investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 dilakukan secara transparan. Hasil penyelidikan harus ditindaklanjuti melalui perbaikan sistem pengawasan dan keselamatan pelayaran.

“Kita tidak hanya perlu mengetahui apa yang menyebabkan kecelakaan. Kita harus menemukan di mana sistem gagal bekerja dan memperbaikinya. Kita tidak boleh menunggu kecelakaan berikutnya untuk kembali berbicara tentang keselamatan,” tegas Hamid.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang. Hingga pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 orang telah dievakuasi, terdiri dari 102 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Pencarian terhadap penumpang lainnya masih berlangsung.

Topik Menarik