Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 MI, Kemenag Latih 6.000 Guru

Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib Kelas 3 MI, Kemenag Latih 6.000 Guru

Terkini | inews | Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:24
share

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) terus mematangkan kesiapan tenaga pendidik untuk mengajar Bahasa Inggris di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun 2027 mendatang. 

Upaya ini dilakukan menyusul kebijakan penetapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) sederajat.

Kesiapan tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag dengan British Council lewat program Penguatan Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar melalui Komunitas Praktek (Strengthening Primary English Teaching through Communities of Practice / STEPS-CoP). 

Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar menegaskan, penerapan Bahasa Inggris di lingkungan madrasah bukan sekadar formalitas penambahan mata pelajaran dalam kurikulum, melainkan investasi masa depan bagi generasi muda Indonesia.

“Penerapan Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah bukan semata-mata penambahan mata pelajaran, tetapi bagian dari ikhtiar mempersiapkan generasi madrasah agar memiliki kemampuan untuk mengakses ilmu pengetahuan dan berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka, tanpa kehilangan akar nilai dan karakter mereka,” ujar Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Menag menambahkan, penguasaan bahasa internasional sejak jenjang dasar merupakan modal awal yang krusial agar para lulusan madrasah mampu bersaing di kancah global hingga menembus perguruan tinggi terkemuka dunia.

"Mendidik anak-anak kita di madrasah untuk belajar bahasa Inggris supaya nanti modal untuk bisa ke perguruan tinggi lebih baik, lebih tinggi," tuturnya.

Program STEPS-CoP akan diawali dengan tahap Training of Trainers (ToT) bagi 68 Community of Practice (CoP) Leaders. Para fasilitator ini nantinya bertugas melatih sekitar 6.000 guru Bahasa Inggris dan guru kelas MI.

Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menyambut baik kemitraan strategis ini. Ia menilai langkah Kemenag sangat tepat dalam membekali para guru demi membuka peluang masa depan bagi jutaan anak Indonesia.

“Mempersiapkan penerapan wajib Bahasa Inggris di madrasah bukan sekadar mengubah kurikulum. Lebih dari itu, ini adalah upaya membekali para guru agar dapat membuka lebih banyak peluang bagi jutaan anak di seluruh Indonesia,” kata Summer Xia.

Lewat STEPS-CoP, keahlian global British Council dikombinasikan dengan pengalaman para pendidik lokal untuk menciptakan model pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. 

Penguasaan Bahasa Inggris dinilai bukan lagi sekadar kemampuan akademik, melainkan kunci mengakses teknologi, ilmu pengetahuan, serta jaringan internasional. 

“STEPS-CoP dirancang agar pembelajaran profesional menjadi bagian dari praktik mengajar sehari-hari, sehingga dampaknya bisa menjangkau lebih dari 6.000 guru yang terlibat secara langsung,” katanya.

Topik Menarik