Harta Low Tuck Kwong Turun Rp103 Triliun, Masih Jadi Orang Terkaya Indonesia

Harta Low Tuck Kwong Turun Rp103 Triliun, Masih Jadi Orang Terkaya Indonesia

Terkini | inews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 02:15
share

JAKARTA, iNews.id - Kekayaan taipan batu bara Low Tuck Kwong turun 5,78 miliar dolar AS atau setara Rp103,58 triliun (kurs Rp17.922 per dolar AS) setelah dia dan putrinya menjual sebagian saham perusahaan tambang batu bara miliknya, Bayan Resources.

Berdasarkan data Indeks Miliarder Bloomberg, kekayaan Low turun 33,9 persen. Penurunan itu menjadi yang terbesar dalam sehari sepanjang catatan indeks sekaligus penurunan paling tajam di antara para miliarder dunia yang dipantau Bloomberg pada Senin (12/10/2026).

Melansir VNExpress, kekayaan taipan Indonesia kelahiran Singapura itu diperkirakan tersisa 11,3 miliar dolar AS atau setara Rp202,51 triliun dan masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Nilai tersebut telah turun lebih dari separuh sejak awal tahun.

Perhitungan Bloomberg mencakup sisa kepemilikan saham Bayan Resources milik Low dan putrinya sebesar total 32 persen, serta aset bisnis dan kas lainnya. Bloomberg mengatribusikan saham milik keluarga kepada Low karena dia merupakan pendiri perusahaan.

Sebelumnya, Bayan menyampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa Low dan putrinya telah menyelesaikan penjualan 30,25 persen saham perusahaan kepada Jhonlin Baratama pada 7 Oktober 2026.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Low di Bayan turun dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen. Sementara itu, kepemilikan saham putrinya, Elaine, turun dari 22,1 persen menjadi 22,05 persen.

Kesepakatan penjualan saham itu awalnya diumumkan pada September untuk porsi 30 persen. Namun, kesepakatan tersebut kemudian diubah pada awal Oktober sehingga jumlah saham yang dilepas meningkat menjadi 30,25 persen.

Jhonlin Baratama merupakan perusahaan investasi milik pengusaha Indonesia Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam.

Bayan Resources merupakan salah satu produsen batu bara termal terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada produksi batu bara yang digunakan untuk pembangkit listrik.

Menurut The Business Times, Bayan membukukan laba bersih 943 juta dolar AS dari pendapatan 3,43 miliar dolar AS. Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 68 juta ton batu bara sepanjang tahun lalu.

Low mendirikan Bayan pada 2004. Dia lahir di Singapura sebelum pindah ke Indonesia dan kemudian menjadi warga negara Indonesia.

Pada bulan lalu, Bayan dan tiga anak usahanya sempat menyatakan keadaan kahar (force majeure) atas kewajiban pasokan batu bara. Keputusan tersebut diambil setelah revisi kuota produksi tambang mereka belum disetujui pemerintah Indonesia, menurut laporan Reuters.

Pemerintah kemudian menyetujui revisi kuota tersebut sehingga Bayan mencabut deklarasi force majeure.

Topik Menarik