Keseruan Konser Avenged Sevenfold di Jakarta: St. Loco Cover Bento hingga Pedal Drum Rusak!
JAKARTA, iNews.id - Gemuruh musik cadas, teriakan puluhan ribu penggemar, hingga aksi panggung penuh energi mewarnai konser Avenged Sevenfold di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/10/2026) malam.
Bukan hanya penampilan band metal asal Amerika Serikat itu yang mencuri perhatian, sejumlah momen tak terduga turut membuat konser terasa semakin istimewa. Penasaran seperti apa keseruan konser Avenged Sevenfold di Jakarta?
Sejak sore, suasana di sekitar panggung mulai dipenuhi antusiasme penonton yang datang untuk menyaksikan penampilan band yang digawangi M Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman tersebut.
Sebelum Avenged Sevenfold mengambil alih panggung, penonton lebih dulu diajak memanaskan suasana bersama dua penampil pembuka, St. Loco dan Isyana Sarasvati. Keduanya dipilih langsung oleh personel Avenged Sevenfold untuk membuka pertunjukan malam itu.
Sinopsis Ternyata Ini Cinta Eps 34: Saga Salah Tuduh Reno, Dewa Berhasil Tutupi Kejahatannya
Dari hentakan musik St. Loco hingga penampilan Isyana yang penuh energi, atmosfer konser perlahan semakin panas. Puncaknya, Avenged Sevenfold menghadirkan deretan lagu andalan yang membuat ribuan penggemarnya larut dalam nyanyian bersama.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada pula momen yang membuat penonton terkejut, mulai dari kerusakan pedal drum Brooks Wackerman hingga sinyal M. Shadows untuk membawa konser mereka ke kota-kota lain di Indonesia.
St. Loco Hentak Panggung dengan Lagu-Lagu Hits
Suasana konser mulai memanas ketika St. Loco naik ke atas panggung sekitar pukul 18.15 WIB. Grup band metal asal Indonesia ini langsung menyuguhkan penampilan energik melalui deretan lagu andalan mereka.
Berdasarkan pantauan iNews.id di lokasi, St. Loco membuka penampilannya dengan lagu "Di Balik Istana", disusul "Fallin", "Kedamaian", hingga "Microphone Anthem".
Vokalis St. Loco, Dimas, kemudian menyapa ribuan penonton yang telah memadati area konser. Dia mengajak para penggemar untuk ikut bernyanyi dan menjaga energi hingga pertunjukan berakhir.
"Selamat malam semuanya, kami St. Loco," kata Dimas dari atas panggung.
"Masih pada semangat? Gue pengin dengar suara kalian nyanyi," tambahnya.
Ajakan tersebut menjadi pemantik bagi penonton untuk ikut meramaikan suasana. St. Loco tak membiarkan energi di depan panggung mereda. Mereka melanjutkan penampilan dengan lagu "Terapi Energi" hingga "Hip Rock".
Ada pula pesan khusus yang disampaikan Dimas melalui lagu "Kedamaian". Di tengah riuhnya konser musik cadas, dia menyelipkan harapan agar Indonesia senantiasa hidup dalam suasana damai.
"Semoga kedamaian untuk Indonesia," ujar Dimas.
Momen tersebut menghadirkan suasana berbeda di tengah dentuman musik yang mendominasi panggung. Pesan tentang kedamaian itu menjadi salah satu bagian yang berkesan dari penampilan St. Loco malam itu.
St. Loco Tutup Penampilan dengan Cover Lagu Bento
St. Loco masih menyimpan kejutan menjelang akhir penampilannya. Setelah membawakan sejumlah lagu andalan, mereka menutup aksi panggung dengan membawakan lagu "Bento" yang dipopulerkan Iwan Fals.
Pilihan lagu tersebut menjadi suguhan berbeda dalam konser yang didominasi musik metal. "Bento" dikenal luas oleh pencinta musik Indonesia, sehingga kehadirannya memberikan sentuhan lokal di tengah perhelatan musik internasional.
Penampilan St. Loco sekaligus menjadi pembuka yang mengantarkan penonton menuju aksi Isyana Sarasvati dan penampilan utama Avenged Sevenfold.
Kehadiran dua musisi Indonesia sebagai pembuka juga memperlihatkan perpaduan warna musik yang berbeda dalam satu panggung, mulai dari nu metal, eksplorasi musikal Isyana, hingga heavy metal khas Avenged Sevenfold.
Isyana Sarasvati Takjub Penonton Rela Menunggu sejak Pagi
Setelah St. Loco, giliran Isyana Sarasvati yang mengambil alih panggung pembuka. Penyanyi sekaligus musisi multitalenta itu tampil energik di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi JIS.
Isyana tak sekadar menyanyikan lagu-lagunya. Dia juga berusaha membangun interaksi dengan penonton agar suasana semakin hidup sebelum band utama tampil.
"Kita pemanasan. Malam hari ini aku lihat ada ... Woo! Selamat menikmati performance aku ya, teman-teman. Minta suaranya juga ya, tim!" seru Isyana.
Di sela-sela penampilan, Isyana mencoba mencari tahu asal para penggemar yang hadir. Dia menyebut sejumlah kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor, Makassar, hingga Karawang.
"Ini dari mana ini? Jakarta? Jakarta? Bandung? Bogor? Makassar? Dari mana? Karawang?" tanya Isyana.
Ketika mengetahui ada penonton yang datang dari luar kota, Isyana tampak terkejut sekaligus kagum.
"Wih, gila... jauh," celetuknya.
Dia juga menyadari sebagian penonton telah datang dan menunggu sejak pagi demi menyaksikan konser tersebut.
"Dari tadi aku ngelihat, dari tadi pagi kalian pada nunggu di sini. Semoga tenaga kalian bisa tergantikan lewat lagu-lagu aku malam hari ini," ungkap Isyana.
Ucapan itu menjadi salah satu momen hangat dalam penampilan Isyana. Di tengah besarnya antusiasme terhadap Avenged Sevenfold, dia memberikan apresiasi kepada para penonton yang rela menempuh perjalanan jauh dan menghabiskan waktu berjam-jam demi menikmati pertunjukan.
Avenged Sevenfold Pecahkan JIS dengan Lagu-Lagu Andalan
Setelah penampilan pembuka berakhir, perhatian penonton beralih kepada band yang telah lama dinantikan. Avenged Sevenfold akhirnya menguasai panggung utama dengan karakter musik heavy metal yang menjadi ciri khas mereka.
M Shadows dan kawan-kawan menyuguhkan sederet lagu andalan lintas generasi, di antaranya "Nightmare", "Hail to the King", "Unholy Confessions", hingga "Dear God".
Deretan lagu tersebut membawa warna berbeda dalam satu pertunjukan. Hentakan musik keras berpadu dengan melodi gitar khas Synyster Gates dan Zacky Vengeance, sementara vokal M. Shadows menjadi salah satu pusat perhatian di atas panggung.
Bagi para penggemar, konser ini bukan sekadar kesempatan mendengarkan lagu-lagu favorit secara langsung. Penampilan tersebut juga menjadi ruang untuk bernyanyi bersama, meluapkan energi, dan merasakan atmosfer musik cadas yang sulit tergantikan oleh pengalaman mendengarkan rekaman.
Di tengah kemeriahan itulah, sebuah kendala teknis sempat terjadi. Namun, alih-alih membuat suasana menjadi tegang, kejadian tersebut justru menghadirkan momen spontan yang mengundang reaksi penonton.
Pedal Drum Brooks Wackerman Rusak, M. Shadows Melontarkan Candaan
Konser Avenged Sevenfold di JIS juga diwarnai insiden teknis ketika pedal ganda atau double pedal pada drum Brooks Wackerman mengalami kerusakan.
Kejadian itu berlangsung saat band hendak melanjutkan aksi panggung mereka. Kerusakan instrumen membuat pertunjukan harus berhenti sejenak, sementara kru panggung bergerak untuk memperbaiki peralatan tersebut.
M. Shadows kemudian mengambil alih situasi dengan berinteraksi langsung bersama penonton. Alih-alih menunjukkan kepanikan, vokalis tersebut justru melontarkan candaan mengenai tenaga sang drummer yang dinilainya luar biasa.
"Kami sebenarnya masih mau lanjut, tapi pedal kick drum Brooks baru saja rusak. Brooks, gimana caranya lo bisa main sekeras itu? Gue tahu lo memang monster, bro!" celetuk M. Shadows.
Ucapan tersebut disambut sorakan riuh penonton di area festival. Momen itu memperlihatkan sisi spontan para personel Avenged Sevenfold ketika menghadapi kendala di tengah pertunjukan.
Setelah kru berupaya menangani kerusakan, M. Shadows kembali berkomunikasi dengan Brooks untuk memastikan dia siap melanjutkan permainan.
"Brooks, kasih tahu gue kalau lo udah siap, oke? Itu tandanya lo udah siap? Kalau begitu, ayo kita bawa mereka ke The Stage!" seru Shadows.
Ketika permainan drum kembali terdengar stabil, pertunjukan pun berlanjut. Insiden tersebut menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian karena memperlihatkan bagaimana band menjaga suasana konser tetap hidup meski sempat menghadapi masalah teknis.
M. Shadows Beri Sinyal Avenged Sevenfold Bakal Konser di Kota Lain
Di antara lagu-lagu yang dibawakan, M. Shadows juga menyampaikan sesuatu yang berpotensi menjadi kabar menggembirakan bagi penggemar Avenged Sevenfold di luar Jakarta.
Sang vokalis mengakui bahwa antusiasme penggemar Indonesia selalu meninggalkan kesan mendalam bagi para personel band. Bahkan, dukungan tersebut disebut terasa meskipun mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk datang ke Tanah Air.
"Gue harus bilang, jarak kalian memang jauh banget dari kami, tapi cinta dari kalian bisa kami rasakan sampai ke seberang lautan!" kata M. Shadows.
Dia kemudian mengungkapkan bahwa para personel sempat membicarakan kemungkinan untuk menggelar pertunjukan di sejumlah kota lain di Indonesia pada kesempatan berikutnya.
"Kami sempat membicarakan ini dan berpikir kalau lain kali kami harus datang ke beberapa kota, bukan cuma Jakarta. Kami ingin manggung di lebih banyak tempat di Indonesia. Jadi, selanjutnya kami harus ke mana?" tanya M. Shadows.
Pernyataan tersebut langsung membuka peluang bagi penggemar di luar ibu kota untuk berharap bisa menyaksikan penampilan Avenged Sevenfold secara langsung di kota mereka.
Meski demikian, pernyataan M. Shadows tersebut masih berupa sinyal mengenai rencana ke depan. Belum ada kepastian mengenai kota tujuan maupun jadwal tur lanjutan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Tak berhenti di situ, M. Shadows juga menjanjikan akan mempelajari bahasa Indonesia sebelum kembali menyapa para penggemar di Tanah Air.
"Lain kali kami kembali ke sini, gue bakal belajar sedikit bahasa Indonesia," ujarnya.
Janji tersebut menambah kesan personal dalam interaksi antara Avenged Sevenfold dan para penggemarnya. Di tengah gemuruh musik dan skala konser yang besar, komunikasi langsung dari atas panggung menjadi bagian yang membuat malam itu terasa lebih dekat bagi penonton.
Konser Avenged Sevenfold di JIS pada Sabtu (10/10/2026) menghadirkan lebih dari sekadar pertunjukan musik. Penampilan St. Loco dengan cover "Bento", interaksi hangat Isyana Sarasvati bersama penonton, hingga candaan M. Shadows ketika pedal drum Brooks Wackerman rusak memberikan warna tersendiri.
Di sisi lain, pernyataan M. Shadows mengenai kemungkinan menggelar konser di kota-kota lain di Indonesia turut memunculkan harapan baru bagi para penggemar di luar Jakarta.
Perpaduan penampilan energik, kejadian spontan, dan interaksi dengan penonton membuat konser tersebut menjadi malam yang penuh cerita. Bagi mereka yang hadir langsung di JIS, pengalaman itu bukan hanya tentang menyaksikan band idola, tetapi juga merasakan bersama-sama energi musik yang menyatukan puluhan ribu orang dalam satu tempat.









