Bahas Rezeki hingga Kematian, Maia Estianty Dikritik dan Dianggap Tak Peka

Bahas Rezeki hingga Kematian, Maia Estianty Dikritik dan Dianggap Tak Peka

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:20
share

Maia Estianty kembali menjadi sorotan setelah membagikan pemikirannya soal rezeki, kerja keras, dan sedekah di Threads. Alih-alih mendapat respons positif, unggahan istri Irwan Mussry itu justru menuai kritik dari sejumlah netizen.

Mereka menilai persoalan rezeki dan kemiskinan tak sesederhana rajin bekerja atau bersedekah. Diketahui, dalam utasnya, Maia mengibaratkan manusia seperti burung liar yang harus terbang ke sana kemari untuk mencari makanan.

Menurutnya, meski rezeki setiap makhluk hidup telah ditanggung Allah, usaha tetap diperlukan agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi.

Baca Juga : Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak

“Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua mahluk hidup rejeki nya ditanggung Allah itu benar, tapi burung juga kalau males terbang juga gak bakal dapet makanan,” tulis Maia.Ia kemudian mengaitkan pengamatan tersebut dengan kehidupan manusia. Maia berpendapat bahwa seseorang yang merasa kekurangan uang perlu meningkatkan ikhtiar melalui pekerjaan.

Ia juga menyinggung pentingnya bersedekah, baik dengan uang maupun tenaga.

“Artinya kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan,” lanjutnya.

Maia juga menilai kemalasan bisa membuat rezeki semakin sulit didapat. Menurutnya, kondisi itu bisa semakin buruk jika seseorang tidak pernah bersedekah.

“Kita males, ya rejeki kita seret, akan seret lagi kalo gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga),” tulisnya.Baca Juga : Maia Estianty Tulis Pesan Menyentil soal Iri Hati, Sindir Ahmad Dhani?

Namun, pandangan Maia tersebut memancing perdebatan di kolom komentar. Sejumlah netizen menilai unggahan itu kurang mempertimbangkan situasi orang-orang yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar.

Apalagi mereka yang harus memilih antara bersedekah dan membeli makanan untuk diri sendiri.

“Coba balik lg kemari pas udah jatuh miskin sampe buat menyambung hidup harus pake mikir antara sedekah dl atau isi perut sendiri dulu. Sampe situ dl aja, kalo masih keluar negeri pake PJ jgn bahas ini dulu. Ngga nyambung,” tulis akun pinky****.

Ada juga yang menilai pembahasan mengenai kekayaan dan kemiskinan seharusnya tidak hanya berfokus pada usaha individu atau kebiasaan bersedekah.“Bosen ah. Utasnya ttg kekayaan mulu. Kemiskinan struktural tuh bukan soal sedekah dll. Emang sistemnya yang dibuat seperti ini. Coba tanya anak2 tuh pendukung rezim saat ini,” tulis akun sisca****.

“Burung jg kesulitan terbang cari makan kalo hutan nya kebakaran smpe berbulan bulan.. Ngomong bgni sambil keliling desa Portugal mah gampang,” tulis akun novi****.

Utas Maia pun memunculkan perbedaan pandangan mengenai hubungan antara kerja keras, sedekah, dan kondisi ekonomi seseorang. Di satu sisi, pesannya menekankan pentingnya berusaha dan berbagi kepada sesama.

Namun di sisi lain, Maia dianggap tone deaf dengan kondisi masyarakat Indonesia yang tengah mengalami kesulitan saat ini. Sementara Maia sendiri dikenal dengan hidup yang bergelimang harta.

Topik Menarik