Mimisan Tak Selalu karena Demam atau Darah Tinggi, Waspadai Kebiasaan Sepele Ini

Mimisan Tak Selalu karena Demam atau Darah Tinggi, Waspadai Kebiasaan Sepele Ini

Gaya Hidup | inews | Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:55
share

JAKARTA, iNews.id - Mimisan kerap dikaitkan dengan demam atau tekanan darah tinggi. Padahal, kebiasaan sederhana seperti mengorek dan mengucek hidung saat terasa gatal juga bisa memicu perdarahan, terutama jika dilakukan berulang kali atau terlalu keras.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kebiasaan tersebut. Pasalnya, bagian dalam hidung memiliki pembuluh darah kecil yang rentan mengalami luka akibat gesekan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr Aditya menjelaskan bahwa salah satu area yang mudah mengalami perdarahan adalah Pleksus Kiesselbach. Area ini merupakan kumpulan pembuluh darah kecil yang terletak di bagian depan sekat hidung atau septum.

“Siapa yang suka gosok-gosok hidung karena gatal? Hati-hati, bahayanya bukan cuma mimisan doang. Jadi kalau kamu punya kebiasaan gosok, ngucek, ngorek karena gatal, itu kelihatannya sepele. Padahal, ada area di hidung yang sangat mudah berdarah dan sensitif,” ujar dr Aditya, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Menurut dia, pembuluh darah di area tersebut berada dekat dengan permukaan lapisan dalam hidung. Akibatnya, pembuluh darah mudah mengalami iritasi atau pecah ketika hidung digosok terlalu keras, terlebih saat kondisinya kering, mengalami alergi, atau sedang pilek.

“Kenapa? Karena pembuluh darahnya ini dangkal, tipis, dan gampang lecet, ibaratnya gampang rusaklah. Jadi saat hidung kalian itu ngerasa kering, alergi, sering pilek, terus kamu gosok, colok, lapisan dalam hidung itu bisa retak, iritasi, lalu pecahlah pembuluh darahnya,” kata dia.

Risiko mengorek hidung terlalu keras ternyata tidak hanya berupa mimisan. Pada kondisi tertentu, trauma pada hidung juga dapat menyebabkan septal hematoma, yakni penumpukan darah di area sekat hidung.

Kondisi tersebut perlu mendapat penanganan medis karena penumpukan darah dapat mengganggu aliran darah menuju tulang rawan hidung. Jika dibiarkan, kerusakan jaringan, infeksi, hingga perubahan bentuk hidung dapat terjadi.

“Terus pada sebagian orang, apalagi kalau kukunya yang tajam dan ada trauma yang lebih keras, itu bisa muncul septal hematoma, yaitu darah terkumpul di sekitar hidung atau di sekat hidung. Dan yang bahayanya, kalau ini dibiarin, aliran darah ke tulang rawan septum itu bisa terganggu. Lalu jaringannya ini bisa rusak, terinfeksi, bahkan menyebabkan bentuk hidung itu bisa berubah,” kata dr Aditya.

Dia juga menjelaskan bahwa rasa gatal pada hidung tidak selalu disebabkan oleh kotoran. Keluhan tersebut dapat muncul akibat lapisan dalam hidung yang kering, reaksi alergi, atau peradangan.

Kebiasaan menggosok hidung justru bisa memperburuk iritasi. Ketika lapisan dalam hidung terluka, rasa tidak nyaman dapat meningkat dan memicu keinginan untuk kembali menggosoknya. Akibatnya, iritasi berpotensi terus berulang.

Pada anak-anak dan dewasa muda, trauma ringan yang terjadi berulang kali, seperti mengorek hidung atau mengembuskan hidung terlalu kuat saat pilek, juga dapat menjadi salah satu penyebab mimisan.

Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai mimisan yang terjadi berulang, terutama jika disertai rasa nyeri, hidung tersumbat pada satu sisi, atau pembengkakan setelah mengalami benturan. Gejala tersebut perlu diperiksa oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

“So, kalau hidung kalian sering gatal, sering berdarah, sering rasa nyeri, mampet sebelah, apalagi habis kebentur hidungnya terus malah bengkak di dalam, itu jangan cuma digosok atau ditunggu gitu aja. Cari tahu penyebabnya apa, datang ke dokter, langsung diobatin. Karena takutnya ada cedera pada septum. Jadi buat kalian, kalau yang dikit-dikit sering mimisan, jangan dianggap sepele,” ucap dr Aditya.

Topik Menarik