Profil Andrea Bocelli Penyanyi Dikabarkan Pendukung Israel yang Buta Total sejak Usia 12 Tahun
JAKARTA, iNews.id - Profil Andrea Bocelli menjadi sorotan menjelang rencana konsernya di Indonesia pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Siapa sebenarnya penyanyi ini?
Penyanyi tenor asal Italia itu menuai perhatian setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan konsernya, karena rekam jejak penampilannya yang berkaitan dengan Israel.
Di tengah kontroversi tersebut, perjalanan hidup Andrea Bocelli juga menarik perhatian. Dia merupakan penyanyi yang kehilangan penglihatan total sejak berusia 12 tahun, tetapi berhasil membangun karier internasional dan dikenal luas lewat lagu-lagu seperti Time to Say Goodbye dan The Prayer.
Lantas, siapa sebenarnya Andrea Bocelli? Berikut profil dan perjalanan hidupnya, termasuk kondisi yang membuatnya kehilangan penglihatan serta kontroversi terkait Israel.
Profil Andrea Bocelli
Andrea Bocelli merupakan penyanyi tenor asal Italia yang dikenal melalui perpaduan musik klasik, opera, dan pop. Dia lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958.
Kecintaannya terhadap musik tumbuh sejak kecil. Menurut biografi di situs resminya, Bocelli mulai belajar piano ketika berusia enam tahun. Dia kemudian mempelajari instrumen lain, termasuk flute dan saksofon, sebelum menemukan kekuatan utamanya dalam vokal.
Perjalanan profesionalnya mulai menanjak setelah mengikuti Festival Sanremo pada 1994. Dia memenangkan kategori pendatang baru lewat lagu *Il Mare Calmo della Sera*, yang turut membuka jalan menuju karier internasional.
Bocelli kemudian tampil di panggung opera dan merilis berbagai rekaman yang menjangkau pendengar musik klasik maupun pop. Situs resminya menyebut dia telah menjual lebih dari 90 juta album sepanjang kariernya.
Selain bernyanyi, Bocelli juga mendirikan Andrea Bocelli Foundation pada 2011. Yayasan tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Andrea Bocelli Buta Total sejak Usia 12 Tahun
Sinopsis Ternyata Ini Cinta Eps 34: Saga Salah Tuduh Reno, Dewa Berhasil Tutupi Kejahatannya
Salah satu bagian paling dikenal dari kehidupan Andrea Bocelli adalah perjuangannya menghadapi kebutaan.
Mengutip FIFA, Bocelli didiagnosis mengalami glaukoma kongenital ketika berusia lima bulan. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan penglihatan sejak masa bayi.
Ketika berusia 12 tahun, Bocelli mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola sebagai penjaga gawang. Bola mengenai matanya dan memicu kondisi yang membuatnya kehilangan penglihatan secara permanen.
Sejak saat itu, dia menjalani kehidupan tanpa penglihatan. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikannya untuk terus menekuni musik hingga menjadi penyanyi tenor yang dikenal di berbagai negara.
Kisah hidupnya kerap menjadi perhatian karena perjalanan menuju panggung internasional itu dijalani di tengah kondisi kebutaan total.
Perjalanan Karier Andrea Bocelli hingga Mendunia
Bakat musik Bocelli sudah terlihat sejak usia dini. Dia mempelajari piano ketika masih kecil, kemudian memperluas kemampuannya dengan mempelajari sejumlah instrumen lain.
Sebelum dikenal luas sebagai penyanyi, Bocelli juga menempuh pendidikan hukum di Universitas Pisa. Untuk membiayai pelajaran vokalnya, dia pernah bermain piano di sejumlah bar.
Titik balik kariernya datang pada 1994 ketika dia memenangkan kategori pendatang baru di Festival Sanremo. Keberhasilan itu memperkenalkan suaranya kepada publik Italia dan membuka peluang yang lebih luas di industri musik.
Seiring waktu, Bocelli dikenal sebagai penyanyi yang mampu menjembatani musik opera dan pop. Dia tampil dalam berbagai pertunjukan internasional serta berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi dari beragam genre.
Lagu Time to Say Goodbye, yang dinyanyikannya bersama Sarah Brightman, menjadi salah satu karya yang paling identik dengan namanya. Sementara itu, The Prayer, yang direkam bersama Celine Dion, turut memperkuat popularitasnya di panggung musik dunia.
Andrea Bocelli Disorot karena Pernah Tampil dalam Acara Penggalangan Dana FIDF
Di luar perjalanan musiknya, Andrea Bocelli kini menjadi sorotan karena catatan penampilannya dalam acara yang berkaitan dengan Israel.
Laporan Jewish Journal pada 10 Desember 2010 mencatat Bocelli tampil dalam gala penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Century City, Los Angeles, Amerika Serikat.
Acara tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 8,75 juta dolar AS untuk FIDF. Dalam laporan itu, Bocelli disebut tampil sebagai bagian dari rangkaian hiburan, membawakan sejumlah lagu, termasuk The Prayer dan Time to Say Goodbye.
FIDF merupakan organisasi yang menggalang dukungan bagi tentara Israel melalui berbagai program. Karena itu, keterlibatan Bocelli dalam acara tersebut menjadi salah satu catatan yang kembali disorot di tengah konflik Israel-Palestina.
Meski demikian, fakta bahwa Bocelli tampil dalam acara penggalangan dana tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa dia memberikan donasi pribadi atau mendukung setiap tindakan militer Israel.
Pernah Menggelar Konser di Israel pada 2022
Catatan lainnya adalah konser Andrea Bocelli di Tel Aviv pada 8 Juni 2022. Informasi mengenai pertunjukan itu tercantum dalam materi promosi penyelenggara lokal.
Konser tersebut melibatkan Israel Philharmonic Orchestra dan Gary Bartini Choir, serta dijadwalkan berlangsung di Bloomfield Stadium.
Penampilan di Tel Aviv kembali menjadi perhatian setelah MUI mengangkat rekam jejak Bocelli dalam menyampaikan desakan pembatalan konsernya di Indonesia.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai pemerintah perlu mempertimbangkan prinsip kemanusiaan dalam menyikapi rencana pertunjukan tersebut.
"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," kata Sudarnoto, dikutip dari laman resmi MUI, Minggu (11/10/2026).
Sudarnoto juga meminta pemerintah mengambil sikap tegas terhadap rencana konser itu. Namun, desakan MUI merupakan sikap organisasi tersebut dan perlu dibedakan dari keputusan resmi pemerintah mengenai penyelenggaraan acara.
Tere Liye Ikut Menyoroti Andrea Bocelli
Kontroversi mengenai Andrea Bocelli juga mendapat perhatian penulis Tere Liye. Melalui akun Instagram pribadinya, @tereliyewriter, dia mengkritik rekam jejak Bocelli yang berkaitan dengan Israel.
Tere Liye menyoroti penampilan Bocelli dalam acara FIDF pada 2010 dan konsernya di Tel Aviv pada 2022. Dia juga mempertanyakan pandangan bahwa musik harus dipisahkan dari politik ketika seorang musisi pernah terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan militer.
Dalam unggahannya, Tere Liye menyampaikan kritik keras terhadap sikap yang menurutnya tidak menunjukkan keberpihakan kepada warga Palestina di tengah konflik Gaza.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Tere Liye. Adapun fakta yang dapat ditelusuri dari laporan Jewish Journal adalah penampilan Bocelli dalam gala FIDF pada 2010. Klaim mengenai sikap politik dan dukungan pribadi Bocelli terhadap seluruh tindakan Israel memerlukan bukti tersendiri.
Jadwal Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Di tengah polemik tersebut, Andrea Bocelli dijadwalkan tampil di Indonesia dalam dua pertunjukan.
Konser pertama dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026. Selanjutnya, dia dijadwalkan tampil di Jakarta International Expo pada 3 November 2026.
Jadwal tersebut tercantum dalam agenda tur yang dipublikasikan melalui situs resmi Andrea Bocelli. Namun, pencantuman jadwal tidak menjamin acara pasti berlangsung apabila terdapat perubahan dari penyelenggara atau keputusan resmi pemerintah.
Dengan demikian, Andrea Bocelli bukan hanya dikenal karena suara tenornya dan perjalanan kariernya yang mendunia, tetapi juga tengah menghadapi sorotan terkait rekam jejak penampilannya di acara yang berkaitan dengan Israel.
Kisah hidupnya menunjukkan perjalanan panjang seorang musisi yang kehilangan penglihatan saat remaja hingga menjadi penyanyi internasional.









