Bukan Cuma Pola Makan, Ini 3 Penyebab Gagal Ginjal pada Anak hingga Harus Cuci Darah

Bukan Cuma Pola Makan, Ini 3 Penyebab Gagal Ginjal pada Anak hingga Harus Cuci Darah

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 22:45
share

JAKARTA, iNews.id - Gagal ginjal kronis pada anak kerap dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Padahal, kondisi yang membuat anak harus menjalani cuci darah atau terapi pengganti ginjal jangka panjang umumnya berkaitan dengan masalah medis tertentu, bukan semata-mata pola makan sehari-hari.

Dokter Spesialis Anak, dr Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa penyebab gagal ginjal pada anak berbeda dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, gangguan ginjal kronis sering berkaitan dengan komplikasi diabetes melitus dan hipertensi. Sementara pada anak, terdapat sejumlah kondisi medis yang dapat memicu kerusakan ginjal hingga membutuhkan penanganan jangka panjang.

"Banyak yang berpikir anak yang mengalami gagal ginjal diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat, misalnya jajanan sembarangan dan lain-lain. Faktanya, penyebab gagal ginjal pada anak berbeda dengan orang dewasa," ujar dr Reza dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, terdapat tiga kelompok penyakit yang kerap menjadi penyebab anak membutuhkan terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisis atau cuci darah, continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), maupun transplantasi ginjal.

Penyebab pertama adalah sindrom nefrotik resisten steroid, yakni kondisi ketika sindrom nefrotik tidak memberikan respons yang memadai terhadap pengobatan steroid. Sindrom nefrotik merupakan gangguan ginjal yang dapat menyebabkan protein keluar secara berlebihan melalui urine.

Penyebab kedua adalah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih. Kelainan yang sudah ada sejak lahir ini dapat memengaruhi struktur maupun fungsi ginjal sehingga berisiko menimbulkan gangguan ginjal kronis.

Sementara penyebab ketiga adalah peradangan ginjal akibat penyakit tertentu, termasuk gangguan autoimun. dr Reza menyebut lupus dan nefropati IgA sebagai contoh kondisi yang dapat memicu peradangan pada ginjal.

"Yang kedua adalah penyakit bawaan pada ginjal dan saluran kemih. Ya, yang ketiga adalah peradangan pada ginjal, misalnya karena penyakit lupus, IgA nephropathy, dan lain-lain," kata dr Reza.

Meski penyebab gagal ginjal pada anak tidak selalu berkaitan langsung dengan pola makan, orang tua tetap perlu memperhatikan kebiasaan hidup anak sejak dini. Pola makan seimbang dan upaya menjaga berat badan tetap sehat merupakan bagian penting dari pencegahan berbagai penyakit, termasuk gangguan ginjal yang dapat muncul di kemudian hari.

dr Reza mengingatkan, menjaga pola hidup sehat tetap diperlukan meskipun faktor medis tertentu menjadi penyebab utama gagal ginjal pada anak. Kebiasaan tersebut dapat membantu mencegah obesitas dan mengurangi risiko penyakit yang berpotensi memengaruhi kesehatan ginjal pada masa mendatang.

"Nah, lantas apakah anak boleh pola hidupnya tidak dijaga? Tidak juga. Pola hidup sehat pada anak tetap harus dijaga: mencegah obesitas, mengatur pola makan, ya. Karena ini kaitannya untuk pencegahan penyakit ginjal yang dapat terjadi di kemudian hari," ucap dr Reza.

Topik Menarik