Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik Januari 2027, Pramono: MRT-Mikrotrans Menyusul

Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik Januari 2027, Pramono: MRT-Mikrotrans Menyusul

Terkini | inews | Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:17
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek naik mulai 1 Januari 2027. Penyesuaian tarif itu dilakukan bersamaan dengan rencana perluasan golongan masyarakat yang bisa menggunakan transportasi publik secara gratis.

Pramono mengatakan, setelah penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, pihaknya juga akan mengkaji perubahan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Mikrotrans.

“Jadi, tarif yang akan mengalami penyesuaian adalah tarif untuk Transjakarta dan Transjabodetabek. Sedangkan untuk MRT, Mikrotrans akan diatur kemudian,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Pramono menambahkan, transportasi yang berada di bawah naungan PT Transportasi Jakarta akan diatur secara bersamaan. Besaran tarif baru nantinya akan diumumkan sebelum mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

“Mikrotrans diatur bersamaan dengan, kan itu satu rumpun, Transjakarta, Transjabodetabek, Mikrotrans, JakLingko, itu kan satu rumpun. Jadi, itu diatur bersamaan, akan diumumkan angkanya berapa, tapi mulai efektif 1 Januari,” ucapnya.

Sebelumnya, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI tidak hanya menyiapkan penyesuaian tarif, tetapi juga memperluas penerima manfaat transportasi publik gratis. Jumlah golongan yang mendapatkan fasilitas tersebut akan ditambah dari 15 menjadi 21 golongan mulai 1 Januari 2027.

“Nanti per 1 Januari kami akan melakukan perluasan dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tapi dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek,” kata Pramono, Selasa (29/9/2026).

Menurut Pramono, tarif transportasi publik di Jakarta saat ini masih lebih murah dibandingkan sejumlah daerah penyangga di kawasan megapolitan Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI menilai perlu ada penyesuaian tarif.

“Karena di Jakarta ini dibandingkan dengan semua daerah yang ada di penyangga, di megapolitan Jakarta, tarifnya paling murah. Tarifnya paling murah,” ujarnya.

Meski tarif disesuaikan, Pramono memastikan pemerintah daerah tetap memberikan subsidi untuk transportasi publik. Namun, subsidi bagi masyarakat yang dinilai mampu menggunakan transportasi umum akan dikurangi.

“Karena yang mampu naik transportasi Jakarta sudah disubsidi oleh Pemerintah Jakarta karena tarifnya termasuk yang paling murah, hanya memang bagi masyarakat yang mampu subsidinya kita kurangi,” tuturnya.

Topik Menarik