Drama Pembajakan Pesawat Tujuan Israel, Saudi Larang Pesawat Militer Zionis Masuki Wilayahnya
RIYADH, iNews.id - Percobaan pembajakan pesawat Flydubai rute Dubai, Uni Emirat Arab (UEA)-Tel Aviv, Israel, Rabu (30/9/2026), berujung pendaratan darurat di bandara Tabuk, Arab Saudi. Pesawat maskapai UEA itu membawa 174 penumpang, sebagian besar warga Israel.
Media Israel melaporkan, kopilot menyerang pilot sekitar 90 menit setelah pesawat lepas landas dari Dubai. Posisi pesawat saat itu berada di langit Yordania, sebelum memutar arah dan masuk ke Tabuk, hingga mendarat darurat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer mengirim pesawat Super Hercules guna menjemput warganya yang terdampar di bandara Saudi.
Namun, pemerintah Arab Saudi menolak untuk memberi izin pesawat militer Israel mendarat di wilayahnya. Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik.
Beberapa sumber keamanan Israel mengatakan kepada AFP, pesawat Super Hercules AU Israel telah bersiap berangkat menuju Saudi, namun dibatalkan.
Sejauh ini belum ada komentar dari pemerintah Arab Saudi terkait penolakan tersebut.
Sementara itu maskapai Flydubai menegaskan, perusahaan akan mengirim pesawat ke Tabuk dari Dubai untuk menjemput dan mengantar para penumpang ke tujuan mereka di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan kopilot pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 itu menyerang pilot menggunakan pisau dengan tujuan membajak atau menjatuhkan pesawat.
Namun para penumpang menggagalkan upaya itu dengan menahan kopilot. Baik pilot maupun kopilot dilaporkan mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit di Saudi.
Pesawat didaratkan oleh seorang pilot lainnya.
Meski demikian kewarganegaraan pilot maupun kopilot masih simpang siur. Beberapa laporan menyebutkan, kopilot warga Oman dan pilot berasal dari UEA. Laporan lain menyebutkan kopilot berasal dari Ukraina, sementara pilot dari Rusia.










