Doa Bersama, Atasan Kenang Sosok Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto: Orang Baik
JAKARTA, iNews.id - Head of News Gathering iNews Media Group, Lukman Hanafi hadir dalam doa bersama yang digelar keluarga jurnalis iNews Yudistiro Pranoto (Yudis) di kediamannya, Perumahan Nuansa Asri Blok H/4, Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026) malam. Dia, sebagai atasan, mengenang Yudis orang yang baik.
"Ternyata memang betul seperti tadi kami dengar, Mas Yudis ini orang baik. Ternyata di luar sana temannya banyak, eh di sini juga saudaranya banyak. Karena kadang-kadang di luar, ketika di pekerjaan teman-temannya banyak, ternyata di rumah belum tentu sebanyak ini. Nah, ternyata ini di sana banyak, di sini banyak, ini membuktikan berarti beliau memang betul orang baik," ujar Lukman.
Dia mengatakan pihaknya hingga kini masih berharap Yudis bersama empat rekan jurnalis lainnya dan kru kapal yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau dapat ditemukan. Terlebih, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyebut para jurnalis dan kru kapal tersebut telah meninggal dunia.
"Kami masih berprinsip statusnya masih dalam hilang kontak, sampai detik ini belum ada yang menyatakan beliau-beliau ini, teman-teman saya itu meninggal dunia. Tetapi kalau kita berkirim doa, mendoakan, apa pun itu boleh, jadi saya masih punya harapan meskipun mungkin ada yang bilang, ah kemungkinannya kecil. Semua, sekecil apa pun kemungkinan itu masih ada, jadi kami masih punya harapan, meskipun sedikit," tuturnya.
Dia menerangkan, pihaknya hingga kini terus berkoordinasi dengan SAR dan pihak terkait lainnya sebagai bentuk ikhtiar mencari keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak. Hal itu dilakukan setelah satu ABK kapal ditemukan di wilayah Bengkulu.
"Kami berkoordinasi, mungkin enggak nyampe sejam yang lalu saya juga berkomunikasi dengan Kepala SAR di Banten, dengan pihak-pihak terkait. Besok bahkan kami juga ada acara dengan BP BUMN, Mbak Dia juga sudah dapat info ya. Jadi upaya-upaya ikhtiar dan kami terus lakukan," jelasnya.
Terkait kemungkinan upaya pencarian lanjutan, Lukman mengatakan pihak SAR masih melakukan diskusi. Menurutnya, pembukaan kembali operasi pencarian membutuhkan penghitungan yang matang. Namun, SAR disebut tetap melakukan pemantauan terkait keberadaan para jurnalis dan kru kapal yang hilang.
"Saya juga langsung ngobrol, saya bilang, Pak, kalau sudah kayak gini ada ketemu, yang itu adalah bukti salah satu dari group ini berarti satu rombongan, apakah pencarian ini akan dibuka kembali? Kabasarnas menjawab kami masih diskusi. Selama ada info apa pun, sekecil apa pun yang bisa menjadi petunjuk, InsyaAllah kami akan bergerak, tapi ketika belum ada, kami tetap memantau, tapi kami tidak bisa memutuskan apakah akan buka lagi atau belum, karena ini harus dihitung matang-matang," terangnya.
Lukman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya saudara, keluarga, kerabat, teman hingga masyarakat yang hadir dalam doa bersama tersebut.
Dia berharap semua pihak dapat memaafkan Yudis apabila selama menjalankan kehidupan maupun pekerjaannya terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
"Saya atas nama pribadi, atas nama pimpinan, atas nama perusahaan, dan atas nama teman-teman Mas Yudis yang ada di iNews Media Group, kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya yang tidak terhingga pada Bapak, Ibu semuanya, pada keluarga, pada jemaah, pada tetangga atas kebaikan untuk mendoakan bersama-sama, untuk terus memberikan dukungan, dan kami tidak bisa memberikan apa pun balasan kepada Bapak dan Ibu semuanya. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Bapak dan Ibu semua dari awal adanya kabar yang kurang enak sampai hari ini, mudah-mudahan semua menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan dari Allah SWT," katanya.
Yudis merupakan salah satu dari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau. Selain Yudis, terdapat M Bagus Khoirunnas, jurnalis ANTARA; Arie Basuki, jurnalis Merdeka; Firman Daus dari Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Kelima jurnalis tersebut melakukan peliputan dengan ditemani tiga awak kapal, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman selaku ABK, dan Heriyanto selaku pemandu.
Berdasarkan informasi terbaru, jenazah salah satu ABK, Surakman, ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Polisi memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman berdasarkan hasil identifikasi melalui tes DNA.










