Kemenkes Dorong Medical Tourism, Ini Layanan Kesehatan Andalan Indonesia

Kemenkes Dorong Medical Tourism, Ini Layanan Kesehatan Andalan Indonesia

Terkini | inews | Rabu, 23 September 2026 - 20:01
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mendorong pengembangan medical tourism atau wisata medis di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kepercayaan terhadap layanan kesehatan nasional sekaligus memperkenalkan kemampuan rumah sakit Indonesia kepada masyarakat internasional.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Yanti Herman, mengatakan rumah sakit memiliki peran yang semakin luas dalam menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, rumah sakit tidak hanya hadir ketika seseorang sudah jatuh sakit, tetapi juga perlu berperan dalam upaya promotif dan preventif.

"Rumah sakit tidak hanya melayani masyarakat yang sakit, tetapi juga bagaimana masyarakat tetap sehat. Acara ini menjadi salah satu kanal untuk edukasi kesehatan. Jadi, dari hospital care kita bergerak menjadi healthcare," ujar Yanti saat menghadiri pembukaan Primaya Fair 2026 di Main Atrium AEON Mall BSD City, Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Primaya Fair 2026 jadi salah satu kegiatan mendukung medical tourism Indonesia. (Foto: Istimewa)

Perubahan paradigma tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan yang juga dapat mendukung pengembangan medical tourism di Tanah Air.

Kemenkes Ingin Layanan Kesehatan Indonesia Dikenal Dunia

Menurut Yanti, Indonesia memiliki potensi untuk memperkenalkan berbagai layanan unggulan rumah sakit kepada masyarakat internasional. Penguatan layanan tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi Indonesia dalam mengembangkan wisata medis.

"Kami ingin menunjukkan bahwa rumah sakit di Indonesia memiliki kemampuan dan layanan yang tidak kalah dengan negara lain. Primaya Hospital memiliki potensi untuk memperkenalkan layanan unggulannya kepada masyarakat internasional, termasuk melalui expo kesehatan di luar negeri," lanjutnya.

Dalam konsep wisata medis, pasien melakukan perjalanan untuk memperoleh pemeriksaan, tindakan medis, atau layanan kesehatan tertentu. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan pasien, termasuk pasien dari luar negeri.

Kemenkes juga telah mengembangkan ekosistem wisata medis dengan berbagai layanan unggulan rumah sakit. Layanan tersebut mencakup antara lain kardiovaskular, onkologi, neurologi, ortopedi, transplantasi, estetika, medical check-up, rehabilitasi medis, hingga layanan kesehatan lainnya.

Dengan semakin beragamnya layanan tersebut, pengembangan medical tourism tidak hanya berkaitan dengan tindakan pengobatan, tetapi juga pemeriksaan kesehatan, pemulihan, dan layanan yang mendukung kualitas hidup pasien.

Medical Tourism Tak Sekadar soal Teknologi

Pengembangan wisata medis juga tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan alat atau fasilitas rumah sakit. Kualitas tenaga medis, keselamatan pasien, pengalaman pasien, transparansi informasi, hingga kesinambungan pelayanan menjadi bagian penting dari perjalanan pasien.

Konsep tersebut mencakup patient journey, mulai dari sebelum pasien memperoleh pelayanan, ketika menjalani pemeriksaan atau tindakan medis, hingga setelah mendapatkan perawatan.

Artinya, calon pasien perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai layanan yang tersedia, tenaga medis, fasilitas, prosedur, perkiraan biaya, jadwal, serta kebutuhan administratif sebelum memperoleh pelayanan.

Sementara setelah pelayanan selesai, pasien juga membutuhkan informasi mengenai tindak lanjut dan koordinasi layanan sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Banten Dinilai Punya Posisi Strategis

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, mengatakan Banten memiliki posisi strategis dalam pengembangan layanan kesehatan dan medical tourism.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit dengan layanan unggulan di Banten dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus mendukung pengembangan wisata medis.

"Agenda ini bisa menjadi role model bagaimana rumah sakit menghadirkan edukasi kesehatan yang dikemas secara menarik dan menjangkau masyarakat lebih luas. Upaya promotif dan preventif seperti ini perlu terus digalakkan untuk mewujudkan Banten yang sehat," ujar Ati.

Kehadiran rumah sakit di kawasan BSD juga dinilai dapat memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat Banten dan wilayah sekitarnya.

Dorongan terhadap medical tourism tersebut disampaikan dalam pembukaan Primaya Fair 2026 yang mengusung tema '20 Years of Excellence, Care That Matters to You'.

"Kami ingin terus berkontribusi dalam penguatan health tourism di Indonesia, dengan menghadirkan clinical expertise, teknologi, dan layanan yang dapat menjadi pilihan masyarakat di dalam negeri," CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali.

Ke depan, Primaya mempersiapkan Primaya Hospital BSD sebagai rumah sakit ke-21. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.

Topik Menarik