Viral Atlet BAB saat Lomba HYROX tapi Tetap Juara, Co-Founder Akhirnya Akui Salah dan Minta Maaf

Viral Atlet BAB saat Lomba HYROX tapi Tetap Juara, Co-Founder Akhirnya Akui Salah dan Minta Maaf

Terkini | inews | Selasa, 15 September 2026 - 21:29
share

BEIJING, iNews.id - Co-founder HYROX Moritz Furste akhirnya meminta maaf setelah atlet Australia Joanna Wietrzyk melanjutkan perlombaan hingga juara meski mengalami inkontinensia feses atau buang air besar (BAB) tanpa sengaja, dalam ajang HYROX Beijing 2026. Insiden tersebut viral di media sosial dan menuai kritik.

"Saya memohon maaf kepada semua pihak yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, serta kepada siapa pun yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya," tulis Furste di Instagram, melansir ABC News Australia, Selasa (15/9/2026). 

Furste mengakui HYROX melakukan kesalahan karena tidak segera bertindak saat insiden tersebut terjadi. 

"HYROX melakukan kesalahan dengan tidak langsung bereaksi saat balapan. Pada akhirnya, tugas sayalah untuk mengantisipasi potensi insiden semacam ini, dan saya tidak melakukannya," ujarnya.

Dia memastikan, pascakejadian itu, HYROX mulai membenahi proses penyelenggaraan acara dan mengubah buku peraturan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
 
"Saat ini, sudah ada aturan dan prosedur baru untuk mencegah situasi seperti ini terulang kembali. Kami belajar dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari," ujarnya.

Kontroversi ini berawal dari dari event HYROX Beijing, pada Sabtu (12/9/2026). Atlet Australia Joanna Wietrzyk berusia 22 tahun, yang merupakan pemegang rekor dunia HYROX Women's Solo Pro, kehilangan kontrol BAB saat mengikuti perlombaan.

Meski BAB, Wietrzyk tidak lantas berhenti, tapi tetap melanjutkan seluruh rangkaian lomba hingga finis. Rekaman dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan dia terus mengikuti berbagai tantangan fisik termasuk mesin dayung, meskipun kotoran cair terlihat mengalir di kakinya. Dia bahkan berhasil menjadi juara pertama di nomor tersebut dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 23 detik.

HYROX merupakan kompetisi kebugaran dalam ruangan yang menggabungkan lari dengan sejumlah latihan fisik, seperti rowing, sled push, burpee broad jump, wall ball, dan lunges menggunakan sandbag. Para peserta menggunakan sejumlah area dan peralatan yang sama selama perlombaan.

Video kejadian tersebut kemudian viral di media sosial China dan membuat netizen berdebar terkait standar kebersihan dan keselamatan peserta. Banyak yang mengkritik keputusan penyelenggara karena tetap membiarkan Wietrzyk melanjutkan perlombaan. 

Sementara Wietrzyk sempat mengunggah foto selfie melalui Instagram Story, setelah memenangkan perlombaan. Unggahan itu memperlihatkan dia terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang infus, disertai keterangan santai yang kemudian dihapusnya. 

"Berjuang habis-habisan atau pulang saja, kemenangan tetaplah kemenangan. Serius, terima kasih atas segala dukungannya. Aku akan segera kembali."

Pernyataannya tersebut kembali menuai perdebatan. Sebagian pihak menilai Wietrzyk menunjukkan ketangguhannya sebagai atlet. Namun, banyak pihak menganggap keputusannya untuk terus ikut lomba saat diare hebat mengabaikan risiko yang mungkin dihadapi peserta lain. 

Sementara HYROX China sebelumnya mengatakan, area yang terdampak kotoran segera ditutup dan diisolasi setelah kejadian. Penyelenggara juga mengatakan seluruh area lomba telah didisinfeksi, sementara peralatan yang berkaitan dengan insiden dikeluarkan dari lokasi.

Selain itu, bagian lantai atau karpet di lokasi pertandingan akan diganti untuk melindungi kesehatan peserta pada kompetisi berikutnya. 

Sebelum Furste menyampaikan permintaan maaf, penyelenggara HYROX telah merespons video viral insiden HYROX Beijing 2026, namun lebih banyak menyoroti kritik terhadap Wietrzyk daripada dampak yang dialami peserta lain. Penyelenggara bahkan memperingatkan siapa pun yang mengirimkan ancaman untuk menyakiti Wietrzyk akan dilarang mengikuti seluruh ajang HYROX di masa mendatang. 

Respons tersebut membuat netizen ramai-ramai mengkritik di media sosial karena HYROX hanya fokus pada Wietrzyk, tapi tidak memberikan jawaban jelas terkait perlindungan bagi peserta lain saat insiden itu terjadi.

Topik Menarik