Ganas! Iran Bikin Pangkalan Militer AS Babak Belur, Landasan Pacu Rusak Puluhan Kali

Ganas! Iran Bikin Pangkalan Militer AS Babak Belur, Landasan Pacu Rusak Puluhan Kali

Terkini | inews | Selasa, 15 September 2026 - 18:55
share

WASHINGTON, iNews.id - Serangan bertubi-tubi militer Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah ternyata menimbulkan kerusakan berulang. Salah satu dampaknya, landasan pacu di sejumlah pangkalan militer AS harus diperbaiki hingga puluhan kali sejak perang berkecamuk pada Februari 2026.

Kepala Staf Angkatan Udara AS Ken Wilsbach mengungkap, personel AS yang terlibat dalam Operasi Epic Fury menghadapi sekitar 1.200 "Peringatan Merah" yang merujuk pada serangan rudal dan drone Iran. Serangan tersebut menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, bukan hanya di Teluk.

"Para personel harus melakukan 48 kali perbaikan landasan pacu," kata Wilsbach, dalam sebuah konferensi pertahanan, dikutip dari Anadolu, Selasa (15/9/2026).

Kerusakan tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi pangkalan-pangkalan AS meskipun militer Amerika melancarkan operasi besar terhadap Iran.

Selain memperbaiki landasan pacu, pasukan AS juga harus melakukan lebih dari 400 kali penyapuan terhadap amunisi yang tidak meledak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan area pangkalan tetap aman setelah serangan.

Namun, serangan balasan Iran membuat pangkalan AS di negara-negara Teluk dan Yordania tetap menghadapi ancaman. Rudal dan drone Iran tidak hanya menimbulkan kerusakan, tapi juga menguras persediaan sistem pertahanan udara yang digunakan untuk melindungi fasilitas militer AS.

Perang melawan Iran juga menimbulkan korban di pihak AS. Sebanyak 18 personel militer Amerika tewas dan 824 lainnya terluka sejak konflik dimulai pada Februari 2026.

Menghadapi ancaman tersebut, Wilsbach mengumumkan pembentukan Sistem Senjata Pertahanan Poin (Point Defense Weapon System). Sistem ini akan mengintegrasikan sejumlah platform bergerak dan sistem senjata terarah untuk memperkuat perlindungan pangkalan AS dari serangan rudal dan drone.

Operasi Epic Fury sendiri telah berakhir setelah berlangsung selama 180 hari sesuai ketentuan undang-undang AS. Militer AS selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap operasi tersebut, termasuk dampak serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.

Topik Menarik