Menegangkan! Pesawat Raditya Dika Putar Balik ke Qatar gegara Erupsi Anak Krakatau

Menegangkan! Pesawat Raditya Dika Putar Balik ke Qatar gegara Erupsi Anak Krakatau

Gaya Hidup | inews | Minggu, 6 September 2026 - 14:55
share

JAKARTA, iNews.id - Artis Raditya Dika mengalami kejadian tak terduga saat hendak pulang ke Jakarta dari Doha, Qatar. Pesawat yang ditumpanginya terpaksa putar balik setelah sekitar empat jam mengudara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kisah tersebut dibagikan Raditya Dika melalui video yang kemudian menjadi perhatian publik. Dia mengatakan pesawat yang ditumpanginya sudah menempuh sekitar setengah perjalanan menuju Jakarta ketika akhirnya harus mengubah arah.

Yang membuat situasi semakin tak terduga, pesawat tersebut bahkan sudah berada di atas wilayah Sri Lanka.

"Ketika di hari Sabtu pas mau pulang ke Jakarta, saya di sini naik pesawat dari Doha ke Jakarta, cuma di tengah jalan, sudah setengah jalan pergi sudah 4 jam di atas Sri Lanka, pesawatnya memutar balik karena ada erupsi Gunung Krakatau," kata Raditya Dika, dikutip Minggu (6/9/2026).

Pesawat kemudian kembali ke Doha. Kondisi tersebut membuat Raditya Dika tidak dapat menghadiri acara talkshow yang sudah dijadwalkan di Indonesia.

"Saya Raditya Dika ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa datang ke acara talkshow hari ini," ujarnya.

Sudah Cari Penerbangan Alternatif

Raditya Dika mengatakan dirinya bersama pihak terkait sempat mencari berbagai kemungkinan agar tetap bisa melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Namun, situasi penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat perjalanan tidak memungkinkan.

"Demi keselamatan kami semuanya, kami semua akhirnya tidak meneruskan perjalanan, balik ke sini lagi. Dan setelah mencari penerbangan berikutnya, dicari cara lewat negara lain dan lain-lain, nampaknya jadwalnya menjadi tidak bisa hadir ke sana gitu, tidak memungkinkan," tutur Raditya Dika.

Dia pun kembali menyampaikan permohonan maaf kepada pihak penyelenggara acara.

Raditya Dika juga mendoakan masyarakat Indonesia tetap diberikan keselamatan dan kesehatan di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Jadi, mohon maaf sekali lagi tidak bisa datang ke acara hari ini, semoga menikmati acara di sana. Dan semoga teman-teman di Indonesia selalu senantiasa diberikan keselamatan dan kesehatan," katanya.

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan

Pengalaman Raditya Dika tersebut terjadi ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau memang tengah berdampak terhadap penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (6/9/2026) melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah yang luas.

Berdasarkan analisis citra satelit pukul 08.00 WIB, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta wilayah perairan di sekitarnya.

Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda hingga Samudra Hindia.

BMKG juga telah menerbitkan 50 SIGMET, yakni peringatan meteorologi signifikan untuk penerbangan, seiring perkembangan sebaran abu vulkanik tersebut. 

Sejumlah Bandara Ditutup Sementara

Dampak erupsi juga terasa langsung di sejumlah bandara.

BNPB melaporkan empat bandara sempat mengalami penutupan sementara pada Minggu pagi sebagai langkah keselamatan penerbangan, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung dan Budiarto Curug.

Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, sempat ditutup karena masih terdeteksi sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Penutupan tersebut kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB berdasarkan NOTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia.

Gangguan tersebut juga berdampak pada penerbangan internasional. Data yang dihimpun Reuters menyebut sekitar 301 penerbangan terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan sejumlah penumpang harus menghadapi pembatalan maupun perubahan perjalanan.

Dengan kondisi tersebut, perjalanan udara menuju dan dari Jakarta memang harus menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik serta aspek keselamatan penerbangan.

Topik Menarik